Dari kiri, Prof Hadiyanto, Prof Jamari dan Prof Imam Ghozali. Foto: undip.ac.id

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 27 akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang  masuk dalam daftar 500 peneliti terbaik Indonesia yang dinyatakan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, dalam acara SINTA Series Tahun 2020. Di antara 27 akademisi Undip yang masuk sebagian besar adalah penyandang gelar profesor alias guru besar.

Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Undip, Prof Jamari, membenarkan hal itu. “Iya betul, ada 27 akademisi dari Undip yang masuk 500 Peneliti Terbaik Indonesia Tahun 2020,” kata Jamari, Selasa (3/6/2020).

Dia menyatakan bersyukur dengan masuknya sejumlah akademisi Undip, karena hal itu sesuai dengan target menjadikan Undip sebagai universitas berbasis riset. Target itu adalah mendukung Undip Menuju 500 Besar World University Rank’’ yang dicanangkan Rektor Undip Prof Dr Yos Yohan Utama SH.

Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro, dalam acara SINTA Series Tahun 2020 melalui aplikasi meeting secara daring dari Gedung B.J. Habibie, Jakarta, menyatakan apresiasinya atas para peneliti yang telah memberikan sumbangsih dalam penerbitan jurnal bereputasi internasional. Ini tentu mengangkat citra riset Indonesia di dunia internasional. Peringkat yang dibuat Kemenristek tersebat berdasarkan Science and Technology Index (SINTA) 2020 yang cakupannya meliputi parameter skala besar dari jumlah artikel, banyaknya kualifikasi jurnal, dan aktivitas dalam publikasi nasional.

“Harapannya, ranking ini menggambarkan paling komprehensif dari para peneliti-peneliti di Indonesia,” tegas Menristek pada Acara Pertemuan Virtual yang diikuti sekitar 300 partisipan dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri/Perguruan Tinggi Swasta maupun Lembaga Penelitian  yang ada di Indonesia melalui video konferensi aplikasi ZOOM, baru-baru ini,

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa SINTA merupakan satu inovasi sistem informasi ilmu dan teknologi yang dikembangkan untuk mengukur kinerja individu, institusi, dan networking dari peneliti atau dosen yang melakukan studi. Program SINTA dirancang tahun 2016, hingga sekarang telah mengelola 194.904 author atau peneliti terverifikasi, 4.607 jurnal, dan 34.677 buku serta 93.346 artikel, 69.796 conference paper, dan 5.266 book chapter.

Kalau sebelumnya sistem ranking atau urutan peneliti atau dosen di Indonesia dilihat dari capaian menurut Google Scholar, sekarang dengan adanya SINTA update ranking peneliti dengan metode yang lebih luas. Diharapkan pemeringkatan tersebut bisa memberikan motivasi berprestasi kepada para peneliti dan dosen untuk berkarya lebih baik di arena  internasional. Adapun institusi diharapkan bisa memperbanyak tenaga kependidikan ataupun staf peneliti untuk menghiasi ranking tertinggi.

Kepala LPPM Undip mengakui capaian yang diperoleh sudah sesuai target. Di antara peneliti Undip yang masuk adalah Pro Dr Hadiyanto dari Fakultas Teknik  yang berada di ranking ke-57 nasional. Kemudian Kepala LPPM Undip yang juga penemu teknologi tulang panggul buatan yang murah dan cocok untuk orang Indonesia.

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip ada Prof Dr Sugeng Wahyudi yang juga anggota Majelis Wali Amanat Undip. Prof Imam Ghozali seorang pakar akuntansi yang produk menulis buku dan jurnal.

Guru besar lainnya yang masuk dalam daftar 500 Peneliti Terbaik Indonesia 2020 adalah  Prof Dr Ir Agus Sabdono,M.Sc. (urutan ke-135), Prof Drs Ocky Karna MSc PhD (urutan ke-168), Prof Dr Ir Purwanto DEA (urutan ke-184) , Prof Dr rer nat Ir  Athanasius Priharyanto Bayuseno MSc (urutan ke-215) dan Prof Dr Ir Sutrisno Anggoro MS yang berada di urutan ke-245. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here