6.583 Warga Jateng Tunda Berangkat Ibadah Umrah

Dirut PT Masy’aril Haram Tour (Mastour) Syarqowie Ghozali Amin, komisaris Lona Umar Masyhur, Kepala Cabang Semarang H Jumadi Sastradiharja dan para pembimbing haji dan umrah se-Indonesia foto bersama usai rapat koordinasi di Kantor Cabang gedung Gajah Mada Plaza A19, Simpanglima Semarang, kemarin.Foto:ist

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Sejak Pemerintah Arab Saudi melakukan kebijakan larangan masuk Kota Suci Makkah dan Madinah sejak 27 Februari 2020 lalu, terdapat 6.583 warga Jateng dari 44 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tertunda pelaksanaan ibadah umrah.

‘’Belum ada informasi dan kepastian kapan pelarangan tersebut akan dicabut dan umat Islam bisa menunaikan ibadah umrah dan haji seperti biasa. Kami mohon untuk bersabar dan terus menerus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semuanya lancer dan normal kembali,’’ kata Plt Kepala Kanwil Kementerian Agama Drs H Moh Ahyani MSi, menjawab wartawan, kemarin.

Sambil menunggu informasi dan kepastian tentang umrah dan haji, Kanwil Kemenag Jateng terus melakukan persiapan pemberangkatan haji di Asrama Haji Donohudan. ‘’Alhamdulillah persiapan-persiapan tetap jalan, pelatihan dan rapat-rapat semuanya berjalan,’’ kata Ahyani.

Semua pihak diharapkan bisa memahami penangguhan pemberangkatan ibadah umrah sebagai antisipasi merebaknya wabah virus Korona atau Covid-19

Sementara itu Manajemen PT Masy’aril Haram Tour (Mastour) di kantor cabang Gedung Gajah Mada Plaza A19, Simpanglima, Semarang, kemarin menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas penjadwalan ulang ibadah umrah.

Rapat dipimpin Direktur Utama H Syarqowie Ghozali Amin, Komisaris Hj Lona Umar Masyhur dan Kepala Cabang Semarang H Jumadi Sastradihardja. Dihadiri para kepala cabang, para kiai alim ulama pembimbing ibadah haji dan umrah se-Indonesia.

‘’Mastour Travel tetap berkomitmen memberangkatkan seluruh jamaah yang tertunda keberangkatanya, setelah dibuka kembali oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi,’’ kata Syarqowie. Pihaknya berjanji tidak akan menarik tambahan biaya apapun dari jamaah yang keberangkatanya tertunda. ‘’Kami berharap seluruh calon jamaah tetap bersabar sambil terus menerus berdoa kepada Allah swt agar Kota Suci Makkah dan Madinah segera dibuka kembali,’’ katanya.

Kepala Cabang H Jumadi Sastradihardja optimistis pelaksanaan ibadah umrah dan haji akan lancar dan tidak lama akan dibuka kembali. ‘’Kapan waktunya, kita tunggu saja berita resmi dari Arab Saudi. Tidak usah percaya berita hoaks dan kabar simpang siur yang tidak jelas. Kami akan umumkan secepatnya setelah ada kabar kepastian dari Arab Saudi, Jadwal keberangkatanya akan segera disusun kembali,’’ tegasnya. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here