Ketua DPD ADRI Jateng, Prof Dr H Fatah Syukur MAg menyampaikan sambutan dalam Workshop on Preparing University/College to be Intenationalized and MoU signing with OP Jindi Global University (JGU) India. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Era industri 4.0 yang ditandai dengan era disrupsi menuntut perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi untuk kreatif, invotif menjalin kerjasama dan membuka peluang di segala lini.

Menyikapi hal ini DPD Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jateng sebagai organisasi yang mewadahi aspirasi para dosen merasa terpanggil dan ikut ambil bagian dari pengembangan kampus. Hal ini juga sejalan dengan program Kementerain Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang kemerdekaan belajar dan kampus merdeka.

Demikian dikatakan oleh Ketua DPD ADRI Jateng, Prof Dr H Fatah Syukur, MAg dalam Workshop on Preparing University/College to be Intenationalized and MoU signing with O.P Jindi Global University (JGU) India, di Arkenso Hotel Semarang.

Lebih lanjut Fatah Syukur mengatakan tujuan internasionalisasi adalah dasar dari kegiatan dan mungkin juga dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga setara dengan kualitas pendidikan internasional dan meningkatkan kualitas penelitian. Maka hasil penelitian dapat diakui secara internasional.

Selain itu, meningkatkan kompetensi dan kapasitas staf akademik dan peneliti, guna meningkatkan kompetensi dan kapasitas lulusan. Meningkatkan reputasi universitas di mata masyarakat internasional dan memperoleh manfaat finansial dengan kedatangan mahasiswa asing dan penggunaan hasil penelitian kampus, dan Menanggapi tuntutan pasar tenaga kerja yang berkualitas di dunia internasional sehingga lulus.

Sementara dalam kegiatan workshop menghadirkan narasumber Rahul Bhadari, Directur International Strategy & Outreach SPECS Education Consultancy Service, UK, dan Directur International Affairs OP Jindal Global University India, Presiden ADRI, Dr H Achmad Fathoni, M Pd, dan Ketua DPD ADRI Jawa Tengah, Prof Dr H Fatah Syukur, MAg.

Menurut Rahul, Trend masa depan, internasionalisasi bisa diawali dengan aktivitas apa pun yang terkait secara internasional, sekarang telah berkembang menjadi seperangkat instrumen dan kegiatan yang fokus pada pengembangan kompetensi internasional dan antarbudaya pada semua mahasiswa. Integrasi yang mendorong dimensi internasional dan antarbudaya ke dalam kurikulum formal dan informal untuk semua mahasiswa dalam lingkungan belajar.

“Untuk itu, maka kerjasama, patnership antar universitas harus selalu ditingkatkan, baik untuk mahasiswa dan dosennya. Internationalisasi bisa berupa credit mobility, staff mobility, degree mobility, cross border delivery, dan project based cooperation,” ujarnya, Senin (2/3/2020).

Menurut Ketua Panitia Dr Taufiqullah, Workshop dan MoU ini diikuti oleh 18 Perguruan Tinggi yang terdiri dari Universitas Kuningan, STIKES 17 Surakarta, Universitas Dwijendra Bali, Politeknik Indonesia Surakarta, Universitas Kadiri, Universitas Nusa Bangsa Bogor, Universitas Duta Bangsa Surakarta, STIE Widya Gama Lumajang, STIMIK Sinar Nusantara, SETIA Walisembilan Semarang, ITB AAS Indonesia, AMA Yogyakarta, STIA Khozinatul Ulum Blora, Universitas Panca Sakti Tegal, STIE PGRI Dewantara Jombang, STIE TOTALWIN dan IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here