By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Antisipasi Covid-19, RSUD Suradadi Siapkan 158 Tempat Tidur Tambahan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antisipasi Covid-19, RSUD Suradadi Siapkan 158 Tempat Tidur Tambahan

Last updated: 29 November 2020 16:18 16:18
Jatengdaily.com
Published: 29 November 2020 16:18
Share
Bupati Tegal melakukan pantauan di RSUD Suradadi. Foto: humas pemkab Tegal
SHARE

SLAWI (Jatengdaily.com)- Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemkab Tegal berencana menambah kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan. Sebelumnya, sudah ada 267 tempat tidur pasien corona yang tersebar di sembilan rumah sakit di Kabupaten Tegal dengan tingkat keterisian di atas 90 persen.

Sedikitnya, 158 tempat tidur tambahan akan disiapkan dengan memanfaatkan ruang dan gedung baru di RSUD Suradadi.

Informasi tersebut terungkap saat Bupati Tegal Umi Azizah lakukan peninjauan di RSUD Suradadi. Direktur RSUD Suradadi Ruzaeni saat mendampingi kunjungan ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal tersebut mengatakan, dari kapasitas 38 tempat tidur di Gedung Baruna untuk pasien corona akan ditambah menjadi 66 tempat tidur.

“Seluruh kamar rawat inap di Gedung Baruna berlantai tiga ini sudah kami alih fungsikan sebagai ruang isolasi untuk menampung 66 orang pasien, baik itu pasien suspek dengan gejala ringan hingga sedang maupun pasien konfirmasi. Untuk pasien konfirmasi kita tempatkan di lantai dua, sementara pasien suspek di lantai satu dan tiga,” ujar Ruzaeni.

Seluruh ruang isolasi di Gedung Baruna, lanjut Ruzaeni, sudah dilengkapi dengan sarana televisi dan pendingin udara. Pihaknya juga tengah menyiapkan ruangan di lantai dua gedung rawat jalan untuk menampung sekitar 60 pasien Covid-19. Untuk memfungsikannya, pihaknya harus memperhatikan tingkat keterisian tempat tidur di Gedung Baruna. Jika sudah di atas 80 persen, maka secepatnya ruangan di gedung yang bisa untuk memandang lepas pantai utara jawa tersebut bisa difungsikan.

Lantai dua gedung rawat jalan RSUD Suradadi rencananya akan difungsikan sebagai ruang isolasi pasien positf Covid-19 dengan kapasitas tampung mencapai 60 tempat tidur.

“Dari 66 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Gedung Baruna, tingkat keterisiannya saat ini 56 persen, terdiri dari 30 pasien suspek dan tujuh pasien konfirmasi,” ungkapnya.

Ada pula satu gedung penunjang yang saat ini sedang dalam penyelesaian pembangunan. Rencananya, setelah diserahkan ke pihaknya tanggal 15 Desember 2020 mendatang, gedung yang sedianya untuk ruang radiologi dan laboratorium ini akan difungsikan sementara untuk menampung pasien Covid-19 dengan kapasitas antara 60 hingga 70 tempat tidur.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi menambahkan jika pasien konfirmasi yang dirawat di RSUD Suradadi ini juga berasal dari luar Kabupaten Tegal, yaitu Kabupaten Brebes dan Kota Tegal yang kemungkinan di kedua wilayah tersebut kekurangan tempat tidur.

“Di sini, kami menyiapkan ruang isolasi untuk pasien konfirmasi tanpa gejala maupun bergejala ringan yang rencananya akan kita tempatkan di lantai dua gedung rawat jalan, termasuk di gedung penunjang jika tingkat keterisian tempat tidur di Gedung Baruna dan rawat jalan ini penuh, di atas 80 persen,” kata Hendadi.

Meski demikian, ada syarat bagi orang terkonfirmasi tanpa gejala maupun bergejala ringan untuk diisolasi di RSUD Suradadi ini, yaitu mereka yang tidak memungkinkan menjalani isolasi mandirinya di rumah. Dan itu, imbuh Hendadi, dibuktikan dengan keterangan dari Puskesmas maupun Satgas Covid-19 desa atau kelurahan.

Ditanya soal ketersediaan sumber daya manusia untuk menangani penambahan tempat tidur pasien Covid-19 ini, Hendadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah merekrut tenaga relawan dari unsur dokter, perawat, administrasi, radiografer dan laboratorium yang akan diberikan tunjangan operasional dari pendanaan Belanja Tidak Terduga APBD Kabupaten Tegal 2020.

Sementara itu, Umi mengatakan, pihaknya lebih mendorong penyiapan rumah sakit sebagai pusat isolasi pasien ketimbang memfungsikan Gedung Korpri karena sejumlah pertimbangan, antara lain dukungan peralatan medis, kemudahan petugas melakukan pengawasan melalui closed circuit television atau CCTV, sistem pengklasifikasian ruangan dan penyekatan ruang yang sudah mempertimbangkan faktor keamanan dari risiko kontaminasi virus hingga instalasi jaringan seperti sanitasi dan pengolahan limbah yang sudah lebih siap.

Karena tidak banyak dimanfaatkan, Gedung Korpri Kabupaten Tegal yang sempat difungsikan sebagai tempat karantina komunal bagi pemudik atau pelaku perjalanan sudah dikembalikan lagi seperti semula, termasuk juga anggaran operasional dan pengadaan barang dan jasanya.

“Dulu, Gedung Korpri memang sempat kita fungsikan sebagai tempat karantina komunal bagi pelaku perjalanan saat mudik lebaran yang rumahnya tidak memungkinkan untuk karantina mandiri. Karena tidak banyak dimanfaatkan, maka fungsinya pun kita kembalikan, termasuk juga anggaran yang sudah kita siapkan saat itu sebesar Rp 1,24 miliar dan baru terserap 25 persennya untuk honorarium petugas jaga, belanja barang dan jasa kita kembalikan lagi ke kas daerah,” kata Umi.

Umi pun merespon positif kesiapan RSUD Suradadi dalam menyiapkan ruang isolasi dan tempat tidur tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Meski demikian, Umi berharap ruang tambahan ini tidak sampai digunakan karena masyarakat lebih memilih disiplin menerapkan protokol kesehatan ketimbang abai dan membiarkan dirinya berserta keluarganya terpapar virus corona.

Umi menghimbau agar kewaspadaan masyarakat pada penularan virus corona lebih ditingkatkan. Itu karena selain adanya klaster keluarga, dalam seminggu terakhir mulai bermunculan klaster perkantoran dan juga satu klaster industri. Adapun akumulasi jumlah kasus konfirmasi di Kabupaten Tegal saat ini, terang Umi, ada 1.506 orang dengan jumlah pasien sembuh 1.199 orang, menjalani perawatan 234 orang dan meninggal dunia 73 orang. She

You Might Also Like

Beredar Video Acungkan Dua Jari di Mobil Jokowi, Biar Masyarakat Yang Menilai
16 Kloter Gelombang Pertama Jemaah Haji Sudah Tiba di Madinah
Di Tengah Efisiensi Anggaran, KAI Daop 4 Tetap Pekerjakan Petugas Perlintasan 
Pre-order Samsung Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 Resmi Dibuka, HP Lipat Tercanggih
Dipindahtugaskan, Fajar Purwoto Fokus Penataan PKL
TAGGED:RSUD Suradadi tambah tempat tidur
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?