SEMARANG (Jatengdaily.com) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah menangani beberapa peristiwa dari laporan tanah longsor pada musim hujan awal tahun 2020 ini.
Kabid Kedaruratan BPBD Kota Semarang, Bambang Rudi Hartono mengatakan, BPBD mencatat, pada bulan Januari 2020, minimal sudah ada 21 peristiwa bencana tanah longsor di beberapa di wilayah kecamatan di Kota Semarang.
Dikatakan, bencana tanah longsor paling banyak saat ini terjadi di wilayah perbukitan seperti di Kecamatan Gunungpati, lalu disusul Kecamatan Tembalang dan di wilayah Kecamatan Gajamungkur.
“Sepanjang laporan bulan Januari tahun ini, tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Gunungpati ada 5 kejadian, Kecamatan Tembalang dan Gajahmungkur, semua ada 3 kejadian tanah longsor,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/1/2020) lalu.
Dikatakan Bambang, bila dalam peristiwa kejadian tanah longsor tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kejadian tanah longsor ada yang menyebabkan kerugian materi bagi warga. Contohnya, tanah longsor di Manyaran, Semarang Barat menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp10 juta.
“Korban jiwa bencana tanah longsor nihil. Kita harapkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana pada musim hujan di Semarang, termasuk bencana tanah longsor,” katanya.
Mengingat musim hujan hingga saat ini masih berlangsung, BPBD kota Semarang mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Kota Semarang yang berada di wilayah rawan longsor, untuk terus meningkatkan kewaspadaannya.
“Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat agar bisa melapor ke kepala wilayah, apabila melihat adanya gejala-gejala potensi longsor. BPBD Kota Semarang siap untuk berkoordinasi dengan dinas atau pihak terkait untuk cepat melakukan penanganan,” imbuhnya.Ugl–st


