#BantuSurvivalKit Digelar Mahasiswa Komunikasi Undip

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro mengadakan kampanye #BantuSurvivalKit, di masa pandemi Covid-19. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro mengadakan kampanye #BantuSurvivalKit, di masa pandemi Covid-19 guna menanggapi anjuran pemerintah untuk menggunakan masker selama beraktivitas di luar rumah.

Menurut Ahmad Mulyadi, ketua pelaksana kampanye #BantuSurvivalKit, kampanye yang dimulai pada 21 April 2020 ini, bersamaan dengan empat kampanye lainnya yang bergerak dalam divisi makanan, sembako, penunjang kuliah (kuota internet), dan nego biaya kos. Secara keseluruhan, kelima kampanye ini dinaungi oleh kampanye #BantuKawan ditujukan untuk membantu mahasiswa Universitas Diponegoro dan sekitarnya yang terdampak COVID-19.

“Donasi yang terkumpul sebesar Rp11.640.000 ini, telah disalurkan dalam bentuk paket #BantuSurvivalKit yang terdiri dari masker kain, bio-disinfektan, hand sanitizer, suplemen vitamin C, dan pembalut (bagi wanita). Total paket yang di distribusikan sebanyak 220 paket Survival Kit,” ungkapnya.

Distribusi pertama sebanyak 25 paket, kedua 25 paket, ketiga 40 paket kepada mahasiwa FISIP dan beberapa di sekitar FISIP Undip. Selanjutnya, 40 paket didistribusikan kepada masyarakat di wilayah kampung Baskoro, dan 90 paket kepada mahasiswa Undip lainnya. Kampanye ini dilakukan dengan menyebarkan survey bagi para mahasiswa yang masih menetap di kos dan juga secara random menghampiri rumah-rumah warga di sekitar Tembalang yang membutuhkan bantuan tersebut.

Dalam hal ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip mengajak masyarakat Kota Semarang untuk lebih sadar menjaga kesehatan dan kebersihan selama adanya pandemi COVID-19.

“Kampanye ini berikutnya akan dilaksanakan oleh HMD Ilmu Komunikasi Undip, sehingga pendistribusian paket Survival Kit kepada mahasiswa Undip tetap terus berjalan. Peran kita sebagai masyarakat juga sangat penting, dan yang dapat kita lakukan ialah dengan melakukan social distancing mulai dari work from home, beribadah di rumah, menghindari kerumunan, dan jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand-sanitizer, menerapkan etika batuk, serta selalu menggunakan APD apabila berkegiatan di luar rumah”, tutur Ahmad Mulyadi. Aisyah Nadhila/yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here