By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Belajar di Rumah, Guru Diminta Tak Bebani Siswa Tugas Menumpuk
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Belajar di Rumah, Guru Diminta Tak Bebani Siswa Tugas Menumpuk

Last updated: 22 Maret 2020 20:14 20:14
Jatengdaily.com
Published: 22 Maret 2020 20:13
Share
Gubernur bersama Kepala Dinas Pendidikan dan OPD terkait menggelar rapat di rumah dinas. di antaranya membahas kebijakan kegiatan belajar mengajar di rumah untuk mencegah Covid 19, Minggu (22/03). Foto:hms
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) kepada guru di semua jenjang pendidikan. Kebijakan ini berlaku mulai Senin (23/3/2020). Dia pun telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Jateng berkomunikasi dengan pemkab dan pemkot di Jateng.

“Saya harap Senin besok bisa jalan karena ada kewenangan bupati dan wali kota, dua hari lalu melalui Kepala Dinas Pendidikan agar mereka juga bekerja di rumah, seperti pegawai Pemprov Jateng yang sudah 70 persen bekerja di rumah. Maka para guru, Anda juga boleh bekerja di rumah. Sekolahan dijaga oleh kepala sekolah, TU atau guru piket secara bergantian sehingga mereka bisa bekerja di rumah lebih banyak,” kata Ganjar di rumah dinas, Minggu (22/3/2020).

Selama bekerja dari rumah, Ganjar menginstruksikan agar para guru tidak lagi memberikan tugas-tugas yang berat kepada siswa. Selain dinilai tidak efektif, hal tersebut justru membuat para siswa dirundung stres.

“Murid-murid jangan dibebani dengan tugas-tugas yang banyak. Mereka yang komplain ke saya, bukan justru belajar metode daring yang interaktif tapi cenderung satu arah berbentuk beban-beban tugas yang panjang dengan deadline yang mepet. Ini tidak efektif,” katanya.

Ganjar berpendapat, guru sebaiknya memberikan materi pengajaran seputar virus corona maupun Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Misalnya, dimulai dari apa itu corona, bagaimana mencegah, perilaku apa yang harus diubah sampai bagaimana murid harus berbicara dengan temannya agar semua mengerti social distancing.

“Maka 14 hari yang sudah berjalan satu minggu bisa dimanfaatkan guru untuk menyampaikan materi tentang Corona,” tandasnya.

Ganjar meminta para guru lebih kreatif dalam memberikan materi atau tugas, sehingga bisa menumbuhkan kreativitas siswa. Misalnya, memberikan materi seputar buah yang bisa menjaga ketahanan tubuh, vitamin apa yang harus diminum sehingga membantu imunitas tubuh, dan lain sebagainya.

“Harapan saya cerita yang gampang ini lebih edukatif dan memberikan pengalaman lebih baik kepada siswa,” kata Ganjar. st

You Might Also Like

Perusahaan Fintech Indonesia SPE Solution Justru Buka Banyak Lowongan Kerja, di Tengah Badai PHK Startup
Jateng Modifikasi Permendikbud, Kuota PPDB SMA Jalur Prestasi jadi 20%
(Update) Gempa Cianjur: 62 Orang Meninggal, 25 Masih Tertimbun
Warga Penerima Manfaat dapat Bantuan Beras, Mbak Ita Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pamit Shalat, Darto Ditemukan Gantung Diri
TAGGED:cegah coronaDinas pendidikan Prov Jatengguru tak boleh bebani siswasiswa belajar di rumah
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?