By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: BPBD Jateng Waspadai Kebakaran Gunung dan Hutan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BPBD Jateng Waspadai Kebakaran Gunung dan Hutan

Last updated: 6 Juli 2020 17:22 17:22
Jatengdaily.com
Published: 6 Juli 2020 17:22
Share
Plt Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana, menyampaikan paparan di Kantor Gubernur Jateng, Senin (6/7/2020). Foto:hms
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Memasuki musim kemarau, masyarakat, khususnya para pendaki, diminta mewaspadai risiko kebakaran gunung dan hutan. Sebab, area yang luas dan sulit dijangkau membuat penanganan kebakaran di gunung dan hutan lebih sulit dilakukan.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana, di Kantor Gubernur Jateng, Senin (6/7/2020). Menurutnya, memasuki Juli 2020, musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Pihak BPBD Jateng pun terus berupaya meningkatkan kewaspadaan, khususnya kebakaran sejumlah gunung besar dan lahan hutan. Mengingat sulitnya proses pemadaman jika itu terjadi.

“Yang cukup berat adalah kebakaran hutan atau gunung. Karena kalau untuk water bombing yang dari pesawat itu kan susah. Airnya nggak ada. Yang diambil air dari mana. Beda dengan di Riau. Kalau Riau kan sungai ke muara, sungai besar-besar. Dan bisa diambil pakai pesawat. Kalau ini, ambil dari mana,” ungkap Sarwa.

Dia berharap pengalaman kebakaran gunung yang pernah terjadi, tidak terulang lagi. Dari catatannya, kebakaran gunung yang pernah terjadi yakni di Gunung Lawu, Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi, dan Slamet. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta pengelola bukit dan hutan mewaspadai adanya pendaki. Mengingat saat kemarau tiba, biasanya banyak pendaki.

Para pendaki, katanya, kadang-kadang lupa, saat mendaki mereka membuat api unggun, begitu mereka naik melanjutkan aktivitas mendakinya, pemadaman api unggun tak dilakukan dengan sempurna. Sementara, saat musim kemarau, bekal air bersih yang dibawa hanya sedikit.

“Bagaimana mau meyakinkan bahwa itu sudah mati. Yang juga sering terjadi, adalah supaya efisien dengan pembuka lahan yakni membakar alang-alang. Ini agar tidak dilakukan masyarakat. Kalau bakar, ditungguin tidak apa-apa. Kalau bakar, ditinggal, yang terjadi (potensi) kebakaran,” ujarnya.

Ditambahkan, BPBD Jateng sudah mengeluarkan surat atau rekomendasi dari BMKG, yang dilanjutkan ke kabupaten dan kota. Tujuannya, agar mereka waspada, termasuk untuk membuka posko dan penyediaan air bersih. Pihaknya memperkirakan musim kemarau akan mulai masuk pada Juli, namun secara keseluruhan melanda Jawa Tengah pada Agustus.

“Juli sudah masuk kemarau. Tapi khusus untuk daerah Cilacap, Banyumas, daerah situ masih ada spot hujan. Tetapi Agustus seluruh Jawa Tengah masuk (kemarau),” imbuhnya.

Disinggung mengenai kesiapan air bersih untuk mengantisipasi masuknya musim kemarau, pihaknya telah menyediakan 1.100 tangki air bersih. Jumlah itu sama seperti tahun lalu. BPBD memprediksi dampak kemarau tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Bahkan, kemungkinan Kabupaten Wonogiri tidak dilanda kekeringan parah.

“Mungkin yang berkurang adalah Wonogiri. Wonogiri sudah membangun beberapa upaya pipa dan pengolahan air tawar. Wonogiri yang selama ini menjadi ikon kekeringan, sekarang nggak. Untuk tahun ini nggak terlalu. Mudah-mudahan tahun ini nggak terlalu parah seperti tahun kemarin,” ujarnya. st

You Might Also Like

Tanpa Harus Diminta, Pemerintah Harus Bantu Pesantren
Satpol PP: Pelanggar Prokes Dominasi Pemuda
Penyandang Tuna Netra Terima Bingkisan dari Baznas dan RSUD Wongsonegoro
Operasi Patuh Candi 2020 Polda Jateng Berakhir, Temukan 69.513 Pelanggaran & 518 Kecelakaan Lalin
Sortir Surat Suara Pilgub dan Pilwakot Semarang Libatkan 250 Petugas
TAGGED:BPBD Jateng waspadai kebakaran gunungBPBD koordinasi dengan BMKGpendaki diminta waspada
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?