BST untuk 23.584 KPM Dicairkan Secara Terjadwal

Ilustrasi penyerahan bantuan sosial. Foto: Jatengdaily.com

DEMAK (Jatengdaily.com) – Setelah lama ditunggu-tunggu, Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 23.584 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Demak cair, Selasa (12/5/2020). Secara bertahap dana senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan itu dicairkan melalui PT Pos Indonesia.

Sehubungan masih dalam masa pandemi Covid-19, Kepala PT Pos Indonesia Cabang Demak Akhmad Sulkin menjelaskan, pencairan BST pun dilakukan sebagaimana SOP pencegahan penyebaran virus corona. Untuk menghindari penumpukan massa, di setiap kecamatan yang terdapat Kantor Pos telah dilakukan penjadwalan yang berbeda per desa setiap harinya.

“Kecuali Kecamatan Bonang, pencairan BST dilakukan di Kantor Pos kecamatan masing-masing. Karena belum memiliki kantor layanan, maka 1.382 KPM asal Kecamatan Bonang dilayani di Kantor Pos Demak pada 12-14 Mei,” ujarnya.

Sedangkan 13 kecamatan lainnya serentak pencairan dimulai pada 13 hingga 20 Mei. Dikarenakan jumlah KPM di masing-masing kecamatan dalam pencairan BST tidak sama.

Secara terperinci Kecamatan Mranggen 2.994 KPM, Demak Kota (1.977), Wonosalam (700), Dempet (629), Kebonagung (465), Gajah (998), Mijen (883), Karangawen (1.513) dan Guntur (945). Selain itu Kecamatan Karangtengah 822 KPM, Karanganyar (1.203), Sayung (1.764), Wedung (1.679), serta Bonang (1.384).

Berbeda dengan pencairan BST atau bantuan langsung tunai (BLT) tahun-tahun sebelumnya, KPM tak hanya memperlihatkan undangan dilampiri fotokopi KK dan KTP elektronik, para penerima BST juga difoto petugas pencairan BST dari Kantor Pos. “Foto tersebut nantinya dimasukkan dalam aplikasi khusus sebagai tanda BST sudah diterima KPM,” terang Sulkin.

Di sisi lain, Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak H Eko Pringgolaksito didampingi Pendamping Penyaluran Bansos Tingkat Kabupaten dari Kemensos Zakkie Nouval menambahkan, BST merupakan program Kemensos untuk membantu keluarga miskin terdampak covid-19 yang pencairannya melalui PT POS Indonesia.

“Para KPM sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebagaimana para penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Total PKM BST ada 23.584, yang 5.000 di antaranya menerima pencairan melalui virtual account karena memiliki rekening tabungan,” ujarnya.

PKM bernar-benar terkategori miskin terdampak pandemi covid-19 sehingga tak dapat bekerja dan kehilangan penghasilan. Mereka juga telah terverifikasi oleh pemerintah desa melalui musyawarah desa, sehingga relatif sangat mendekati tepat sasaran.

Di luar yang tercantum dalam DTKS, masyarakat miskin terdampak covid-19 telah dialokasikan JPS/Bansos Sembako dari pemda dan pemprov. rie-yds