Salah satu narasumber menyampaikan materi dalam Talkshow Kesehatan dengan topik “DNA Tells You The Healthiest Way to Life" di SMC RS Telogorejo Semarang. Foto: Ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Tahun 2025 diperkirakan prevalensi penyakit kronis seperti hiprtensi, penyakit jantung, diabetes, obesitas, sindrom metabolik dan kanker akan terus meningkat. Gaya hidup meliputi pola makan dan kurangnya aktifitas fisik menjadi penyebabnya.

Demikian disampaikan Spesialis Gizi Klinik dr Arien Himawan M Kes SpGK saat menjadi pembicara dalam Talkshow Kesehatan dengan topik “DNA Tells You The Healthiest Way to Life” di SMC RS Telogorejo Semarang.

Dijelaskan pula, salah satu tren gaya hidup masyarakat sekarang adalah kegemaran minum kopi. Didukung pula banyaknya kafe yang dibuka. Akan tetapi tidak semua orang suka minum kopi dengan alasan takut sakit maag atau tekanan darah meningkat bahkan gangguan jiwa.

Pertanyaannya, lantas seberapa banyak seseorang dapat mengkonsumsi kopi?. Ia menjelaskan, ternyata setiap orang berbeda kemampuan untuk metabolisme kopi di dalam tubuh.

“Hal ini disebabkan peran dari Gen (DNA) spesifik, yaitu gen CYP1A2. Bahkan kecenderungan cara diet untuk menurunkan berat badan, misalnya tidak mengkonsumsi karbohidrat atau diet rendah karbohidrat (diet ketogenik) semakin populer di masyarakat,” jelas dr Arien

Menurutnya, gen FTO atau dikenal juga sebagai gen yang terkait dengan massa lemak dan obesitas, berperan dalam mengendalikan makan dan kesimbangan energi. Setiap orang yang dilahirkan memiliki susunan gen yang berbeda-beda. Satu dengan yang lain memiliki perbedaan gen sebesar 0,1 persen. Gen akan mengontrol bagaimana tubuh berfungsi.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai petanda atau sinyal yang dapat memengaruhi aktivitas gen pada tubuh dan dapat mengubah struktur gen, yang mengakibatkan perubahan gen yang akan menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh.

“Oleh karena itu, masing-masing orang memiliki sensitivitas serta daya pencernaan yang berbeda-beda. Hal ini lah yang menjadi faktor bahwa pola diet yang sama belum tentu dampaknya sama bagi orang lain,” ujarnya.

Sehingga muncul ilmu baru yang bisa mengaitkan diet atau apa yang dimakan, dan hubungannya dengan gen dan DNA yang mengatur fungsi tubuh. Ilmu tersebut disebut dengan nutrigenomik.

“Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari respon gen terhadap makanan yang anda makan, yang bertujuan untuk mengetahui secara dini perubahan apa yang akan terjadi setelah makanan itu masuk ke dalam tubuh. Nutrigenomik juga dikaitkan dengan kejadian berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh makanan,” jelasnya.

Direktur Pemasaran rumah sakit Grasia dalam sambutannya mengatakan melalui kegiatan ini agar setiap orang dapat mengetahui dan menentukan jenis makanan, jumlah yang harus di konsumsi setiap harinya, dan jenis olahraga yang tepat.

“Saya berharap peserta bisa memetik pelajaran yang ada dalam diskusi ini. Tentang gimana sih cara hidup sehat dan apa hubungannya dengan DNA. Semoga kegiatan ini membawa pelajaran positif untuk kita semua,” harap Grasia.

Hadir narasumber lain coach Andre Hartono yang merupakan Founder dan Head Coach dari Fitnation, serta seorang influencer dalam bidang gaya hidup sehat yaitu Hans Christian (Hansboling). Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here