Seorang warga ditemukan tewas tergeletak di perlintasan kereta api di Desa Tembok Lor Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal semalam. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com)- Seorang warga ditemukan tewas tergeletak di perlintasan kereta api di Desa Tembok Lor Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Rabu (29/1/2020) malam sekitar pukul 18.30 WIB. Dugaan sementara korban yang dikabarkan merupakan perempuan itu tertabrak kereta api yang melintas di lokasi itu.

“Kejadian sekitar habis maghrib. Belum tahu pasti kejadiannya bagaimana. Informasinya korban perempuan,”kata Adi salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

Sementara dari informasi yang berhasil dihimpun, korban terlindas kereta api saat hendak melintas di lokasi tersebut. Korban tewas dengan luka cukup mengenaskan akibat peristiwa itu.

Korban diketahui nekat melawan laju kereta api (KA) yang tengah melintas di wilayah Desa Tembok Lor, Kecamatan Adiwerna. Akibatnya perempuan bernama Jamilah 41 tahun, tewas dengan kondisi tubuh mengenaskan.

Korban, Jamilah diketahui tercatat sebagai warga Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi diduga  depresi sehingga nekat menabrakkan diri ke kereta yang berjalan dari arah berlawanan.

Korban sudah diperingatkan ada kereta yang akan lewat, klakson kereta juga sudah bunyi, tapi terus berjalan. Akhirnya tertabrak.

Menurut penuturan sejumlah warga, ‎sebelum kejadian korban terlihat berjalan kaki menyusuri rel dari arah utara. Di saat bersamaan, melintas KA Joglosemarkerto jurusan Yogyakarta-Semarang dari arah selatan atau Purwokerto. Korban sudah diperingatkan warga agar minggir dari rel namun tak diindahkan.

“Korban sudah diperingatkan ada kereta yang akan lewat, klakson kereta juga sudah bunyi, tapi terus berjalan. Akhirnya tertabrak,” kata warga sekitar bernama Nur Kholid 40 tahun.

Akibatnya, korban tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh yang tidak utuh lagi. Kejadian nahas tersebut kemudian dilaporkan warga ke petugas jaga di pos perlintasan KA Ujungrusi yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

‎Petugas jaga pos perlintasan Ujungrusi, Dedi mengatakan, korban dilihat warga terus berjalan di atas rel kendati sudah diperingatkan akan ada kereta yang melintas.

“Korban dari Maghrib terlihat warga sudah berjalan di rel. Sudah diingatkan ada kereta tapi tetap berjalan sambil terus menunduk. Kemungkinan depresi,” ujar Dedi.

Salah seorang tetangga korban, ‎Hafidz, 55 tahun, menyebut korban sore sebelum kejadian pamit hendak pergi ke Pasar Bawang Adiwerna.

Kapolsek Adiwerna AKP Sehroni mengatakan,‎ selain keterangan saksi-saksi, identitas korban dipastikan dari kartu tanda penduduk yang ditemukan di lokasi kejadian. “Korban bernama Jamilah, usia 41 tahun, warga Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal,” ujarnya.

‎Menurut Sehroni, setelah diperiksa tim identifikasi Polres Tegal, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr Soeselo, Slawi untuk divisum. Wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here