Dirjen Wikan Sakarinto Ajak Masyarakat Pilih Sekolah Vokasi

4 Min Read
Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbud Wikan Sakarinto ST MSc PhD praktik mengemudikan kapal kargo raksasa dengan kemudi manual, didampingi Dirut Polimarin Dr Sri Tutie Rahayu di ruang simulasi Polimarin Semarang, Sabtu (15/8/2020). Foto:dok/st

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbud Wikan Sakarinto ST MSc PhD mengajak masyarakat untuk menjadikan sekolah vokasi sebagai salah satu pilihan.

”Ayo masuk sekolah vokasi. Asal punya passion (sesuai hobi), sekolah vokasi juga menghasilkan produk yang berkualitas,” tegas Wikan saat melakukan sidak di Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Sabtu (16/8/2020).

Mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM ini mendorong link and match dunia pendidikan vokasi dan industri bukan hanya dalam konteks yang standar, yakni ada kampus vokasi ada industri yang dituju.

”Di Polimarin, ini kampus vokasinya maritim, ada pelayaran, ada logistik, dan sebagainya. Tidak bisa terlalu konvesional. Industri itu maksudnya dunia kerja dan itu samudera. Di mana di kapal-kapal milik perusahaan-perusahaan pelayaran Indonesia dan asing itulah tempat alumnus sekolah vokasi seperti Polimarin ini tempat berkaryanya, tempat mereka bekerja. Kalau tidak benar-benar kompeten, susah lho masuk ke situ.” ujar Wikan.

Namun, lanjut dia, anak-anak taruna dan taruni di kampus yang pada September 2020 nanti genap berusia delapan tahun, ternyata mampu memasukinya. Bahkan, alumnus Polimarin termasuk yang diminati oleh perusahaan-perusahaan pelayaran di seluruh dunia.

”Perbedaannya kalau lulus baru praktek, itu kan telat. Praktek yang ada di dunia kerja secara nyata itu dimasukkan ke dalam kurikulum Polimarin, dua semester berlayar. Intinya, praktek pembelajaran sambil bekerja,” tegasnya.

Kemudian para taruna-taruni bisa melanjutkan pendidikan di Hochschule Wismar Jerman mengikuti program D4 Nautika join degree. Saat lulus, mahasiswa itu akan mendapat dua ijazah, dari Polimarin Semarang dan Hochschule Wismar Jerman. Hochschule Wismar sendiri merupakan kampus pelayaran asal Jerman yang berdiri sejak tahun 1941.

Dirut Polimarin Dr Sri Tutie Rahayu menambahkan hanya mahasiswa pilihan dan lolos seleksi yang bisa mengikuti program join degree. Jika lolos maka mahasiswa berkesempatan untuk kuliah selama satu semester di kampus Hochschule Wismar, Jerman.

“Kriteria khususnya adalah kemampuan berbahasa Inggris, seleksi dari penilaian akademik, tes psikologi untuk penilaian karakter, dan personality. Mahasiswa Polimarin yang dikirim ke Jerman benar-benar pilihan. Dan, hasilnya diminati perusahaan pelayaran di dunia,” jelasnya.

Dirjen Diksi Wikan menambahkan bahwa pada intinya pihaknya mendorong dunia pendidikan vokasi tidak semata kurikulumnya, namun juga mindset-nya, budayanya, profesionalismenya, termasuk juga kompetensinya.

”Jangan sampai lulus dari Polimarin harus ditraining lagi ketika akan masuk dunia kerja. Materi training ini juga tidak bisa asal, tidak bisa jika maritim itu hanya teori. Ini tentang ilmu berenang. Tidak mungkin berenang itu teori. Di Polimarin, sejak kuliah sudah berenang,” tandasnya.

Itulah mengapa taruna/taruni Polimarin saat kuliah sudah dibekali dengan ”banyak” senjata. Tak hanya ilmu tentang pelayaran bahkan harus pandai berbahasa Inggris. Karena ketika memasuki dunia kerja yang internasional, harus bertemu masyarakat dari seluruh dunia.

 ”Kita tahu para pelaut produk pendidikan sekolah kemaritiman di Indonesia memiliki karakter yang bagus, etos kerja yang tinggi, gabungan antara profesionalitas dan adat ketimuran. Namun harus tetap dibekali kecakapan berbahasa Inggris. Jika harus berdebat dengan pelaut asing, mereka tetap percaya diri.” st

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.