DKJT Dukung Langkah Ditjen Kebudayaan

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) mendukung langkah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang mengeluarkan skema dana jaring pengaman sosial bagi para seniman. Hal ini karena para seniman terkena dampak virus corona secara sosial ekonomi sebagai akibat banyak perhelatan kesenian ditunda sampai batas waktu yang tidak jelas, bahkan ada yang dibatalkan.

Ketua Umum DKJT Gunoto Saparie mengatakan, apa yang dilakukan Ditjen Kebudayaan ini menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib seniman atau pekerja seni yang terpaksa kehilangan mata pencarian akibat wabah corona. Karena itu kebijakan Ditjen Kebudayaan tersebut patut diapresiasi dan disambut baik oleh kalangan seniman dan budayawan.

Sesungguhnya, tambah penyair ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Jawa Timur, telah lebih dulu bersikap dan mengambil kebijakan sehubungan wabah virus corona yang mengakibatkan para seniman merugi. Instansi itu melakukan pendataan seniman yang perlu bantuan semasa pandemi. Seniman yang lolos verifikasi data akan mendapat bantuan selama tiga bulan.

Menurut Gunoto, Indonesia agaknya meneladani negara lain dalam menyikapi wabah virus corona yang berdampak pada kondisi sosial-ekonomi para seniman. Pemerintah dan swasta di Amerika Serikat, misalnya, mendukung seniman dan organisasi seni mengatasi seretnya

pemasukan akibat wabah virus corona. Di Inggris Art Council England mengalokasikan sebagian dana programnya untuk membantu para seniman. Pemerintah Inggris berencana memberikan paket bantuan sebesar hingga £25 ribu bagi unit usaha di bidang seni, seperti bioskop dan ruang pertunjukan musik, agar dapat mengurangi kerugian finansial selama pandemi.

“Sedangkan di Australia Pemerintah Negara Bagian Queensland menganggarkan Aus$8 juta guna membantu seniman dan organisasi seni berskala kecil hingga menengah. Dana tersebut diharapkan bisa menjadi pengganti pendapatan yang hilang akibat berhentinya kegiatan seni di Australia,” ujar Gunoto seraya menambahkan contoh tentang pemerintah Hong Kong mengalokasikan HK$150 juta dari Dana Penanggulangan Epidemi untuk memitigasi dampak finansial pembatalan acara seni, termasuk bantuan bagi staf temporer yang kehilangan penghasilan.

Gunoto menunjukkan contoh pula bagaimana pemerintah Singapura menyiapkan Sin$1,6 juta untuk dua program bantuan bagi kegiatan seniman dan organisasi seni. Program pertama mendanai peningkatan kapasitas bagi seniman dan organisasi seni. Sedangkan program kedua adalah subsidi 30 persen untuk biaya sewa ruang pertunjukan dan ruang pameran yang dimiliki Pemerintah Singapura. Ugl–st