Dongkrak Pendapatan Petani Tambak, Dinas Perikanan Uji Coba Potensi Kakap Putih

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang kini sedang menguji coba mengembangkan produk ikan kakap putih air payau. Uji coba ini diharapkan mampu menggenjot pendapatan petani tambak di Mangunharjo, Mangkang Semarang.

Panen kakap putih idealnya selama 4 bulan. Harga per kg mencapai Rp 40.000, cukup lumayan dibanding harga bandeng yang sama-sama dibudidayakan petani di tambak-tambak dengan harga sekitar Rp 26.000 per kg.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kota Semarang Nurcholis, Jumat (1/5/2020) mengatakan, saat ini kakap putih dibudidayakan oleh petani ikan tambak Mangunharjo Mangkang.

“Bila setiap 4 bulan, petani kakap putih bisa panen maka setiap tahunnya, petani ikan bisa memanen kakap putih sampai tiga kali.

Harga kakap putih, kata Nurkholis masih termasuk tinggi. Apalagi, kakap putih merupakan ikan yang digemari oleh masyarakat dari kalangan menengah.

“Kalau, permintaan kakap putih dari rumah makan atau restoran harganya lebih tinggi lagi bisa mencapai Rp 50 ribu per kg.

Tetapi, kendala petani kakap putih di tambak, kata Nurkholis, bila petani menghadapi masa rob, permukaan air laut tinggi. Sebab, luapan air laut menjadikan kakap putih yang dibudidayakan, pada lepas dari tambak.

Sehingga petani tambak, bisa mensikapinya dengan menaikan jaring agar sekat-sekat jaring tambak masih tetap lebih tingga dari permukaan air pada saat air laut terjadi rob. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here