SOLO (Jatengdaily.com) – Pengguna kendaraan yang akan melintas kawasan Purwosari Solo, kini harus mencari jaliur alternatif. Sejak Rabu (5/2/2020), jalan raya yang melewati perlintasan KA Purwosari mulai dari simpang tiga Kerten hingga Simpang empat Purwosari.ditutup karena sedang dibangun fly over atau jalan layang.
Kondisi ini sempat membuat arus lalu lintas terjadi kemacetan di sejumlah jalur alternatif, sebagai jalur pengalihan Purwosari. Kemacetan khusunya terjadi di sekitar fly over Manahan.
Fly over Purwosari dibangun dengan biaya Rp104,6 miliar tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di perlintasan KA Purwosari. Khususnya bila KA melintas, kemacetan bisa panjang.
Pembangunan jembatan layang Purwosari Solo, ditargetkan selesai pada 3 Desember 2020 seiring dengan proses pembangunannya yang sudah dimulai pada hari ini. “Sebetulnya target selesainya pembangunan ini 20 Desember, tetapi harapan kami bisa selesai 3 Desember,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Semarang Akhmad Cahyadi.
Hingga Kamis (6/2/2020), proses pembangunan fly over tersebut sudah dimulai. Sejumlah alt berat juga sudah beroperasi di lokasi pembangunan tersebut.
Proyek tersebut dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika) yang berhasil memenangkan proses lelang senilai Rp 104,6 miliar dari APBN. Panjang Flyover Purwosari 198,88 meter, dengan total panjang keseluruhan pembangunan mencapai 2,475 kilometer. yds


