By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ganjar Kukuhkan Lima Sekolah Adipangastuti di Solo dan Sragen
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ganjar Kukuhkan Lima Sekolah Adipangastuti di Solo dan Sragen

Last updated: 20 Desember 2020 05:20 05:20
Jatengdaily.com
Published: 20 Desember 2020 05:20
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengukuhkan lima sekolah di Soloraya yang menerapkan model Adipangastuti. Ia berharap model sekolah Adipangastuti ini dapat diterapkan juga di daerah lain sebagai bentuk pembelajaran toleransi dan pembentukan karakter anak sejak dini.

Lima sekolah yang dikukuhkan menjadi model sekolah Adipangastuti adalah SMAN 1 Surakarta, SMAN 6 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, SMAN 3 Sragen, dan SMAN 1 Gemolong Sragen. Sebelum dikukuhkan, kelima sekolah tersebut telah menjadi pilot model sekolah Adipangastuti selama enam bulan, sejak Juli 2020 sampai Desember 2020.

“Saya kukuhkan Lima sekolah ini untuk menjadi contoh sekolah model adipangastuti. Kalau bisa di daerah lain juga bisa ada. Tidak harus sama konsepnya,” kata Ganjar dilansir dari laman humas pemprov, Minggu (20/12/2020).

Lantas apa itu Sekolah Adipangustuti? Sekolah Adipangastuti merupakan sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai hasthalaku dalam kegiatan program sekolah. Hasthalaku adalah delapan nilai budaya Jawa yang meliputi gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak (ramah), lembah manah (rendah hati), ewuh pakewuh (saling menghormati), pangerten (saling menghargai), andhap ashor (berbudi luhur), dan tepo seliro (tenggang rasa).

“Ini adalah kesempatan untuk membangun karakter anak-anak yang sejak dini harus terbiasa berbeda. Kalau hasthalaku ini diterapkan maka tidak akan ada lagi yang ‘gelut-gelutan’,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, model sekolah Adipangastuti itu sangat efektif untuk mengajarkan toleransi dan kemanusiaan. Namun untuk mengukur efektivitas itu tidak serta merta bisa dilakukan. Harus ada keberlanjutan dalam menginternalisasi, memahami, melakukan, dan membudayakan konsep itu.

“Kalau semua orang sudah melakukan itu, baru dikatakan berhasil. Efektivitas harus dilakukan terus-menerus. Setiap orang pasti akan dipengaruhi oleh faktor dari luar, jadi kalau sudah belajar Hasthalaku akan tahu penerapan delapan nilai luhur itu sehingga perlu dilakukan secara kontinyu agar semua bisa menerapkan Hasthalaku dengan baik,” katanya.

Sementara untuk pengembangan di daerah lain tidak harus menggunakan konsep yang sama. Model Adipangastuti sangat bagus dan daerah lain harus bisa membuat konsep serupa yang sesuai dengan daerahnya.

“Konsep sebisa mungkin muncul dari bawah atau bottom up. Saya mendukung pengembangan ini, tetapi bukan dari saya karena kalau konsep muncul dari bawah maka nanti akan saling berbagi dan bertemu,” ungkapnya. she

You Might Also Like

Liga 1 2020 Dibatalkan, PSIS: Saatnya Berpikir Liga 2021
Menyusul Tawuran SMK, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka
Rizky Juniansyah Ukir Sejarah Emas untuk Indonesia di Olimpiade 2024 Paris
Pemkot Semarang Terus Upayakan Penguatan Program Smart City
Dari Slank hingga Abah Lala, Ganjar Banjir Ucapan Ulang Tahun ke-54
TAGGED:Ganjar Pranowosekolah adipangastuti
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?