Senior Manager MURI Sri Widayati menyerahkan rekor penyelanggara gelaran webinar internasional tentang kebangkitan koperasi di era tatanan hidup baru dengan peserta terbanyak kepada Ketua STIE Semarang, Dr ST Sunarto MS. Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang, meraih rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai penyelanggara gelaran webinar internasional tentang kebangkitan koperasi di era tatanan hidup baru dengan peserta terbanyak.

Penyerahan piagam penghargaan  MURI ini dilakukan di kampus, Jalan Menoreh Utara, Sampangan Semarang, Selasa (28/7/2020), oleh Senior Manager MURI Sri Widayati dan diterima Ketua STIE Semarang, Dr ST Sunarto MS.

Adapun webinar International  bertajuk The revival of cooperatives new normal in commemoration of the 73 rd year of national cooperatives day. Tidak tanggung-tanggung menghadirkan sejumlah nara sumber akademisi, pelaku bisnis, dan dari DPR RI.

Hadir sebagai pembicara tersebut adalah pengusaha Sandiaga Uno,  Mr Nico dari Rajamangala Univ of Tech Krungthep Thailand, Kamrussamad  Founder KAHMI Preneur Commission Member XI DPR RI, Vikram Singh Waraich dari Kurukshetra University Haryana India dan dimoderatori dosen STIE Semarang, Cahyani Tunggal SE MA MM.

Dr ST Sunarto mengatakan, seminar internasional online ini  intinya mengenai kebangkitan koperasi dan juga terkait dengan peringatan  Hari Koperasi ke 73.

‘’Kami peduli dengan perkoperasian di Tanah Air. Apalagi, dahulu cikal bakal kami adalah dari Akademi Koperasi, baru tahun 2000 kami berubah menjadi STIE Semarang,’’ jelasnya.

Kondisi  koperasi saat ini menurutnya, memang butuh perhatian dari semua pihak. Pasalnya, tidak sedikit koperasi yang mengalami kondisi kurang dan tidak sehat. Oleh karena itu, lewat seminar internasional ini diharapkan bisa dilakukan sharing dengan pakar koperasi luar negeri, pengusaha dan dunia usaha, serta akademisi, sehingga koperasi bisa bangkit kembali.

‘’ Ini sebagai momen tepat untuk bangkitnya koperasi. Kami satu-satunya kampus yang berbasis koperasi di Kopertis Wilayah VI (Jateng). Maka, koperasi menjadi nilai unggul kami,’’ jelasnya.

Ketua panitia Zulkifli mengatakan, dengan raihan ini, STIE Semarang bangga, dan diharapkan menjadi salah satu jujukan sebagai perguruan tinggi dalam perkoperasian.  Seminar internasional ini gratis dan peserta mendapatkan sertifikat.

‘’Penghargaan ini sekaligus sebagai tantangan dan kebanggaan, dan sebagai momentum STIE Semarang untuk  membangkitkan koperasi,’’ jelasnya.

Kamrussamad salah satu nara sumber mengatakan, bahwa kondisi koperasi di sejumlah negara bisa menjadi rujukan untuk perkoperasian Indonesia. Misalnya di Jepang dan Finlandia. Di Finlandia, bahkan 84% penduduknya adalah anggota koperasi, di sana koperasi memberi sumbangan pendapatan ekonomi 10% pada GNP (Gross National Product). She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here