Penyemprotan disinfektan di Kecamatan Ungaran Timur yang masuk dalam zona merah setelah ada salah satu warganya dinyatakan positif terkena virus Covid-19. Foto: Jatengdaily.com/Adriadhi

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ratusan warga Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang yang berada di perantauan Jakarta dan Surabaya, melakukan mudik dini.

Mereka, yang kebanyakan bekerja di proyek bangunan dan pembangunan tower, melakukan mudik dini karena pekerjaan terhenti akibat wabah virus Covid-19.

“Sebanyak 230 orang tersebut berasal dari empat dusun. Sementara yang dari satu dusun, diperkirakan pada Minggu (29/3/2020) besok akan pulang. Total sekitar ada 250 pemudik dini yang akan pulang,” jelas Kades Kawengen, Marjani, saat penyemprotan disinfektan di Dusun Watupawon, Sabtu (28/3/2020).

Marjani mengungkapkan, untuk antisipasi persebaran virus Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Kawengen telah membentuk Satgas Cegah Corona yang beranggotakan perangkat, kader PKK, dan kader kesehatan.

“Satgas tersebut juga telah membuat layanan online untuk melakukan pendataan warga yang baru pulang dari rantau,” jelasnya. Pendataan tersebut meliputi data pribadi, daerah asal kerja, dan kondisi tubuh.

Pendataan online tersebut, lanjutnya, untuk melaksanakan intruksi pemerintah mengenai perlumya jaga jarak terhadap orang lain, terutama pendatang yang berasal dari daerah zona merah. Kebanyakan pemudik dini tersebut bekerja di Jakarta dan Surabaya, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi awal.

“Setelah didata, mereka diminta untuk mengkarantina diri selama 14 hari sebelum bersosialisasi dengan warga lain. Jika ada keluhan kesehatan, seperti batuk, demam, atau sesak nafas bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut. Nanti petugas kesehatan yang akan datang ke rumah yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan awal,” papar Marjani.

Dia menambahkan, Pemerintah Desa Kawengen juga memberikan stimulus untuk setiap RT. “Disini ada 39 RT, setiap RT mendapat Rp 200 ribu untuk pembelian hand sanitizer, sabun tangan, dan disinfektan. Nantinya itu akan dikasih di setiap gang-gang agar warga selalu ingat untuk membersihkan   diri,” paparnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Semarang, Siswanto mengungkapkan bantuan penyemprotan disinfektan tersebut karena Kecamatan Ungaran Timur masuk dalam zona merah setelah ada salah satu warganya dinyatakan positif terkena virus Covid-19. “Bantuan disinfektan ini hanya sebagai awalan, selanjutnya kami berharap agar warga bisa mandiri dalam menjaga kebersihan wilayah,” paparnya. Adri-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here