By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: ‘Ingin Bahagia, Jangan Suka Mengeluh’
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

‘Ingin Bahagia, Jangan Suka Mengeluh’

Last updated: 17 Februari 2020 15:09 15:09
Jatengdaily.com
Published: 17 Februari 2020 15:09
Share
SHARE

UNGARAN (Jatengdaily.com)  – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan pengarahan di depan karyawan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah meminta mereka untuk tidak senang dan sering mengeluhkan aktivitasnya sehari-hari jika ingin bahagia hidupnya.

“Ikhlaslah dalam bekerja. Jika ingin merasakan bahagia, aja seneng sambat (jangan suka mengeluh). Harus berani dan jangan takut. Saya sering mengundang ustad untuk ngandani (menasehati) itu untuk menjaga rasa, karena rasa itu sama. Kalau diingatkan itu kita akan selalu kelingan. Jagalah kekompakan, ikhlas, Lillahi Ta’ala,” tuturnya dalam Pengajian dan Pengarahan Gubernur Jateng di Komplek Perkantoran Tarubudaya Jl Gatot Subroto Ungaran, Senin (17/2/2020).

Sementara itu, dalam tausiahnya, dosen UIN Walisongo Fahrurrozi menyebutkan, jika jabatan yang Allah Swt berikan kepada para karyawan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah harus menjadi pengabdian. Sedangkan kantor, harus menjadi hamparan sajadah, sehingga dapat merasakan pekerjaan itu sebagai ibadah.

“Ibadah itu bisa di tempat bekerja. Kerja jangan diniati nyari duit. Tidak usah diniati saja pasti digaji. Sehingga, duitnya didapat, berkahnya juga. Untuk itu, janganlah mengeluh setiap apapun. Dengan melihat orang lain, dan membandingkannya, ia tidak akan pernah bahagia, mau di dinas atau bagian apapun,” tutur Fahrurrozi.

Jika orang itu bahagia, kata dia, akan selalu bersyukur, bekerja pun akan maksimal dan terasa nikmat. Misalnya ketika sedang berkendara menunggu lampu hijau menyala. Hitungan 100 detik, jika tidak mengeluh dan memanfaatkannya dengan mendengarkan musik, baca shalawat atau dihadapi dengan bahagia, akan terasa cepat.

Berbeda dengan menunggu lampu hijau 100 detik sambil menggerutu, mengeluh atau bahkan dengan mengumpat, menyalahkan sana sini, Waktu 100 detik akan dirasa sangat lama. Meski sama-sama menghadapi satu masalah, akan terasa berbeda karena cara menyikapinya berbeda.

“Faman ya’mal misqala zarratin khayran yarahu, wa man ya’mal misqala zarratin syarran yarahu, siapapun yang melakukan perbuatan baik sekecil apapun pasti akan menikmati balasannya, demikian juga siapapun yang melakukan kejahatan, pasti akan mendapatkan sanksinya”. Inilah puncak keadilan. Kita bisa maknai, sapa nandur bakal ngunduh. Kesepian tanpa kekasih, cukup sekian terimakasih,” ujarnya mengakhiri tausiah. st

You Might Also Like

KAI Terapkan Social Distancing di Stasiun Maupun di KA
Covid-19 di Jateng Masih Tinggi, Ganjar Sarankan Bioskop Jangan Buka Dulu!
Prodi TRKP SV Undip dan Jiangsu Shipping College China Lakukan Inisiasi Kerja Sama
26 Narapidana Lapas Semarang Bebas Asimilasi
Mantan Sekda Kota Tegal Edi Pranowo Ditahan dalam Kasus Bokong Semar
TAGGED:Dinas Pertanian dan PerkebunanGanjar PranowoJangan suka mengeluhPengajian dan pengarahan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?