sabrina

Oleh: Sabrina Mutiara Fitri
Fak. Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang

REMAJA saat ini mempunyai potensi besar untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Dalam masa-masa pencarian seperti ini, remaja cenderung sering mendapatkan hal-hal yang tidak terduga. Banyak sekali hambatan yang mempengaruhi remaja untuk melakukan perubahan, seperti mempunyai rasa khawatir yang berlebih, meragukan masa depan, atau bahkan merasa tidak aman atau insecure.

Perasaan tidak aman atau insecure menjadi hal biasa yang sering dirasakan oleh remaja. Perasaan ini timbul karena kurangnya rasa percaya diri, malu ataupun khawatir dengan apa yang kita miliki. Contoh kecil yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari yakni dalam perbedaan warna kulit, bentuk badan, penampilan, bahkan kemampuan dalam diri masing-masing.

Menurut Asta (2019), insecure adalah tindakan dari adanya emosi apabila kita menilai dari diri kita menjadi seorang inferior dari orang lain. Mendukung dari pernyataan tersebut, secara tidak sadar kekhawatiran yang kita miliki mayoritas memang berasal dari faktor eksternal. Dalam artian, melalui apa yang kita lihat dalam diri orang lain. Kita hanya terfokus untuk mengulik kelebihan orang lain sehingga lupa untuk mengulik kelebihan diri sendri. Lantas, bagaimana proses ini bisa terjadi?

Perkembangan teknologi pada zaman sekarang, membawa kita beradaptasi dengan kebiasaan baru. Semua aktivitas manusia tiada hentinya terekspos di media sosial. Seiring berjalannya waktu, pengguna media sosial di Indonesia meningkat pesat. Dilansir dari tempo-institute.org, pada tahun 2018 sebanyak 50 juta jiwa atau 56% dari total populasi masyarakat Indonesia menggunakan media sosial secara aktif.

Kemudian pada tahun 2020, pengguna media sosial di Indonesia menurut Hootsuite (We are Social), telah mencapai 160 juta pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2020. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia meningkat 12 juta (8,1 persen) antara April 2019 dan Januari 2020.

Artinya, hampir setengah dari penduduk Indonesia mengetahui bagaimana pengoperasian media sosial. Tidak terhenti pada pengoperasian media sosial, ternyata dampak dari penggunaan media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental atau kejiwaan seseorang.

Salah satu contoh yang menggemparkan dunia, yakni ketika penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan Choi Jin-Ri atau dikenal sebagai Sulli meninggal karena bunuh diri. Pada tahun 2019 lalu, pemberitaan tersebut dibenarkan. Karena setelah diteliti, Sulli memang melakukan bunuh diri lantaran merasa tertekan akibat komentar-komentar buruk mengenai dirinya oleh para netizen. Padahal tidak semua perkataan netizen benar sesuai fakta.
Ada beberapa cara untuk mengatasi insecure dalam diri sendiri, antara lain:

Tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain memang tidak selalu berujung negatif. Namun beberapa orang seakan menjadi toxic, karena merubah rasa menjadi tidak aman. Apalagi jika kita sering melihat kehidupan orang lain di sosial media, hal tersebut akan membuat waktu kita terbuang.

Menjadi diri sendiri.
Mencari dan menemukan diri sendiri memang tidak mudah. Ada banyak hal yang harus kita perjuangkan hingga akhirnya kita tahu bagaimana diri kita sebenarnya. Untuk itu, gunakan waktu baik-baik untuk mencari, dan terus bertumbuh.

Jadikan kekurangan sebagai keunikan.
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dua hal tersebut adalah hal terpenting yang mau tidak mau harus kita kaji kembali. Anggap saja kekurangan dalam diri kita adalah keunikan yang kita miliki. Keunikan yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain. Dengan itu, kita merasa aman dengan apa yang kita miliki.

Selalu Bersyukur.
Bersyukur adalah cara terampuh untuk menyelesaikan permasalahan. Selain bersyukur, jangan lupa untuk terus berusaha dan berdoa. karena syukur tanpa doa dan usaha adalah hanya omong kosong. Jika kita telaah kembali, sudahkah kita mensyukuri nikmat-nikmat kecil dalam hidup? Jika belum, mari kita menengok kembali. Sedikit demi sedikit. Jatengdaily.com-yds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version