By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Istilah Zona Hitam COVID-19 di Solo agar Lebih Waspada
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Istilah Zona Hitam COVID-19 di Solo agar Lebih Waspada

Last updated: 13 Juli 2020 17:37 17:37
Jatengdaily.com
Published: 13 Juli 2020 17:37
Share
Ilustrasi Covid-19.
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Kasus virus corona di Kota Solo melonjak drastis belakangan dan terakhir pada Minggu (12/7/2020) terjadi penambahan 18 orang positif.

Jumlah tersebut banyak disumbang dari klaster tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Moewardi (RSDM). Seperti diberitakan, 25 dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PDSS) Paru Universitas Sebelas Maret (UNS) di RSDM dinyatakan positif COVID-19.

Menurut Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo penggunaan istilah zona hitam Kota Solo dalam kasus COVID-19, bertujuan agar masyarakat lebih waspada ketika beraktivitas.

“Ini belum. Zona hitam kalau 60 persen (dari total warga Kota Solo terinfeksi COVID-19),” katanya Senin (13/7/2020).

Dia berharap dengan penyebutan zona hitam masyarakat selalu mengikuti protokol kesehatan setiap beraktivitas, termasuk selalu menggunakan masker.

“Ya, tidak berlebihan. Zona hitam ini agar masyarakat lebih waspada. Biasanya kan tambahannya 1-2, ini tiba-tiba 18,” katanya.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani menyebut, penebaran COVID-19 Solo sebagai zona hitam, bukan zona merah lagi. “Biasanya tambah 1-2 orang, hari ini tambah 18 orang. Sudah bukan zona merah lagi, zona hitam,” ujar , pada Minggu (12/7/2020). yds

You Might Also Like

Wapres Gibran Bagi-bagi Susu, Buku dan Sembako di Magelang
Kagumi Candi Borobudur, Presiden Prancis Sebut Lambang Keunggulan Manusia dan Inspirasi Dunia
Unissula Buka Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah
Banjir di Sumatra: 753 Orang Meninggal dan Ratusan Masih Hilang
Gelar NeutraDC Summit 2024, Telkom Dorong Eksplorasi Peran AI dan Data Center Aman dan Berkelanjutan
TAGGED:COVID-19kota solozona hitam
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?