Jateng Tambah 46 Rumah Sakit Rujukan Corona

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng. Foto: dok humas jateng

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambah 46 rumah sakit rujukan penanganan virus corona. Penambahan ini diharapkan dapat memperkuat sektor medis di Jawa Tengah, mengingat perkembangan kasus corona di Indonesia yang semakin tinggi.

“Sejak awal ada virus corona, Jawa Tengah sudah menyiapkan 13 rumah sakit dengan ruang isolasi yang ada dan hari ini kita tambahkan 46 rumah sakit untuk memback-up. Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang,” kata Ganjar di Semarang .Sabtu (15/3/2020)

Di hari yang sama, Ganjar juga menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada bupati, wali kota, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal serta seluruh pimpinan BUMN di Jawa Tengah, terkait peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi virus COVID-19.

Dalam surat edaran bernomor 440 /0005942 tersebut, Ganjar meminta adanya upaya pencegahan dan pengendalian sedini mungkin dengan menyediakan berbagai peralatan dan kebutuhan pengecek kondisi tubuh.

“Menyediakan alat deteksi suhu tubuh, hand sanitizer serta masker bagi yang sakit untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian. Serta memastikan tempat umum dalam keadaan bersih dan higienis,” tandasnya.

Ganjar juga menginstruksikan agar dilakukan penundaan atau membatasi kegiatan yang menghadirkan orang banyak pada tempat tempat umum, seperti car free day (CFD), berkemah, study tour dan lain sebagainya.

“Poin keempat, bentuk posko informasi terpadu di masing-masing instansi,” kata Ganjar.

Sementara untuk informasi terpadu yang disiapkan Pemprov Jateng, Ganjar telah membuka layanan pengaduan dan penanganan COVID-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui nomor telepon (024) 3580713 atau 119 ekstensi 9.

Ganjar mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memantau perkembangan kasus corona. Dia juga mengajak masyarakat, khususnya akademisi, perguruan tinggi, tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama memberitakan informasi yang benar kepada masyarakat, juga menyosialisasikan pola hidup sehat.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang baik agar tidak panik dan menjaga diri baik-baik. Kita mesti bersatu, hilangkan hoax, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik,” katanya. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here