By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jurus Jitu, Strategi Bertahan di Tengah Pandemi Covid
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jurus Jitu, Strategi Bertahan di Tengah Pandemi Covid

Last updated: 10 Juli 2020 21:21 21:21
Jatengdaily.com
Published: 10 Juli 2020 21:21
Share
SHARE

BATANG (Jatengdaily.com) – Strategi Bidik Normal Jurus Cofit alias Strategi Bidang Pendidikan Nonformal Menuju Wirausaha Berorientasi Profit sukses menembus jajaran Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Program inovatif besutan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang tersebut berfokus pada penyelenggaraan pelatihan sekaligus pendampingan bagi masyarakat.

“Strategi ini menjawab bagaimana persoalan di masyarakat berkenaan dengan kemandirian, yang selama ini menjadi masalah tidak hanya di Kabupaten Batang, tetapi juga di seluruh daerah, sehingga bisa mendapatkan manfaat dari program yang dilahirkan,” beber Bupati Batang, Wihaji, saat mempresentasikan inovasi tersebut secara daring dengan para tim penilai KIPP Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan-RB RI), di Ruang Abirawa Kantor Bupati Batang.

Dijelaskan, keunikan dari program tersebut adalah setiap pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) wajib menghadirkan dua hal yaitu modal dan market yang jelas, serta bekerja sama dengan berbagai mitra salah satunya yaitu Google School Indonesia.

“Permasalahan di era sekarang, beberapa pelatihan yang bersifat formal tidak adanya tindak lanjut dan pendampingan. Di sinilah inovasi tentang jurus Cofit sebagai jawaban yang tidak hanya pelatihan, tetapi juga ada tindak lanjutnya,” beber Wihaji.

Bupati menambahkan, salah satu contoh penerapan program tersebut adalah pelatihan pembuatan kompos berbahan baku daun kakao. Pupuk kompos buatan para peserta pelatihan tersebut telah sukses diekspor ke Jepang, dan Kuwait.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB RI, Diah Natalisa menyampaikan, KIPP bertujuan mendorong instansi untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Penilaian KIPP terdiri dari latar belakang atau analisis masalah, keunikan, implementasi dan keunikan, dampak sebelum dan sesudah, keberlanjutan, dan potensi direplikasi oleh daerah lain,” tuturnya. st

You Might Also Like

Cegah Stunting, Puskesmas Guntur I Sosialisasikan STBM
Jateng Siap jadi Provinsi Pertama Miliki Perwakilan KPK
Program Padi Biosalin Diakui Masyarakat Mampu Ubah Kehidupan Petani Terdampak Rob
Pendaftaran Pemilukada 2024 Jalur Independen Dibuka 5 Mei
ITB Semarang Bekerjasama dengan Ketua DPRD Demak Gelar Lomba Bola Voli Tingkat SLTA
TAGGED:Jurus jitupandemi Covid-19Strategi bertahan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?