By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kelelawar Sejak Lama Sudah Dikonsumsi Manusia
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kelelawar Sejak Lama Sudah Dikonsumsi Manusia

Last updated: 4 Februari 2020 23:25 23:25
Jatengdaily.com
Published: 4 Februari 2020 23:22
Share
Dokter Liza
SHARE


SEMARANG (Jatengdaily.com) – Penanggung jawab/Koordinator Tim Kesehatan Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi Jawa Tengah dr Liza Suryani Dewi menilai bahwa, Kelalawar Buah, dikenal sebagai ayam gua, sudah lama dikonsumsi manusia.

Kelelawar adalah hewan pemakan buah-buahan, bisa saja menjadi salah satu pilihan untuk dikonsumsi manusia, tentu bagi mereka yang berkenan, dengan cara memasak yang benar dan matang betul/welldone cook.

“Di Indonesia, Manado, di Thailand dan Vietnam, selain juga Tiongkok, Provinsi Hubei, kota Wuhan yang memang terkenal dengan sup kelelawarnya,” katanya, Selasa (4/2).

“Mengapa, ketika muncul berita Corona menerpa Wuhan di Tiongkok negeri Cina itu, penyebabnya diduga berasal dari kelelawar,” tambahnya.
Sedangkan yang menjadi pertanyaan adalah bahwa, Kelelawar Buah telah menjadi menu makanan manusia sejak dulu. Kelelawar juga bagi penikmat kuliner dirasakan manfaatnya terutama bagi penderita sakit asma.

Lalu, mengapa baru saat sekarang ini dicurigai, kelelawar sebagai salah satu vektor pembawa virus Corona ?

Penelitian lebih lanjut, kata dr Liza pasti telah dilakukan, hanya hasil penelitian saja yang belum dapat disebarluaskan, dengan berbagai pertimbangan atau penelitian belum terbukti dilakukan.

Logikanya, kata dr Liza, hewan yang keluar pada malam hari itu sudah lama dikonsumsi. Tetapi, kok baru sekarang muncul sakitnya. “Aneh juga ya,” tambahnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, bila virus Corona hingga kini masih terus diteliti, apakah benar dari kelelawar. “Memang virus yang mudah berpindah ke orang lain dicurigai dari kelelawar,” katanya.

Bila kelalawar masih hidup dikonsumsi sebagai menu ekstrim, katanya, jelas, parasitnya dalam tubuh kelalawar ikut juga termakan. Ugl–st

You Might Also Like

Dilantik Presiden, Purbaya Yudhi Sadewa Kini sebagai Menteri Keuangan
Nebeng #Lapak Ganjar, Wayang Kayu Asal Madiun Moncer hingga Luar Daerah
Layanan Penerbangan Kembali Normal Pascaerupsi Gunung Lewotobi
Dua Tersangka Baru Konten Tukar Pasangan Gus Samsudin Ditangkap
Konstruksi Tol Semarang-Demak; Timbunan di Laut Bakal Diperkuat Matras Bambu 17 Lapis
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?