Lembah Girpasang, Sensasi dan Menantang bagi Wisatawan

0
133
Sepasang muda-mudi menikmati indahnya Lembah Girpasang dengan menaiki Gondola. Foto:ist

KLATEN (Jatengdaily.com)  – Lembah Girpasang yang berlokasi di Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten ternyata menyimpan pesona tersembunyi. Tidak saja menawarkan keindahan Gunung Merapi dan kearifan lokal warga desa yang jujur dan polos, pengunjung bakal menikmati pengalaman menantang, sensasi meluncur dengan tali gondola di atas lembah Girpasang.

Keunikan itu yang sedang digadang-gadang warga setempat bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, agar lembah Girpasang menjadi destinasi wisata baru yang eksotik dan layak dikunjungi.

“Kami dan tim melakukan pembinaan Sapta Pesona di dukuh Girpasang bersama pemerintah desa dan kecamatan setempat. Mengingat banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di Girpasang Desa Tegalmulyo. Tentunya terpenting adalah kesiapan dan dukungan warga setempat seperti RT, RW, pemuda dan warga itu sendiri,” kata Pelaksana Tugas Disbudparpora Klaten Sri Nugroho, saat memimpin susur lembah Girpasang, belum lama ini.

Ditambahkannya, Girpasang adalah dukuh terpencil di lembah Merapi. Pengunjung harus menaiki seribu tangga untuk bisa mencapai dukuh yang hanya dihuni sekitar 12 keluarga ini. Meski begitu, sepanjang perjalanan terbentang pesona alam yang menakjubkan. Tak hanya itu kearifan lokal yang masih terjaga, menjadi daya tarik budaya yang melengkapi.

“Pembinaan Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah. Tentunya hal ini membutuhkan koordinasi dan saling memberi masukan, mulai dari masyarakat, RT, RW, Kepala Desa, Camat dan lainnya demi mewujudkan unsur-unsur Sapta Pesona, seperti aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan,” jelas Nugroho.

Kepala Desa Tegalmulyo Sutarno yang mendampingi langsung susur lembah Girpasang menjelaskan, Desa Tegalmulyo juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah menarik, salah satunya Goa Jepang.

“Kurangnya pengelolaan sumberdaya manusia (SDM), pelatihan atau unsur dalam mengembangkan potensi wisata, menjadi kendala bagi Desa Tegalmulyo,” terang Sutarno.

Dia berharap, dengan adanya koordinasi, pembinaan, dan sinergitas pemerintah bersama masyarakat bisa menjadikan potensi di Desa Tegalmulyo semakin dikenal dan berkembang. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here