By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Letusan Merapi Masih Bisa Terus Terjadi
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Letusan Merapi Masih Bisa Terus Terjadi

Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2020 18:49
Share
Letusan Gunung Merapi dari Pos Pengamatan Babadan Magelang. Foto: dok BPPTKG
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Pascaletusan eksplosif GUnung Merapi pada Kamis (13/2/2020) pagi, aktivitas masyarakat di lereng seperti Boyolali, Magelang dan Yogya tetap normal.

Hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Merapi dalam radius 10 km terutama di sektor Selatan seperti wilayah Desa Hargobinangun, Glagaharjo, dan Kepuharjo, Sleman.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam siaran pers menyebutkan, letusan terjadi pukul 05.16 WIB, tercatat di seismograf dengan amplitudo 75 mm dan durasi 150 detik. Lontaran material erupsi teramati terjadi dalam radius 1 km dari puncak.

“Kolom asap letusan teramati setinggi 2 km dengan angin saat kejadian mengarah ke Barat-Laut (Foto terlampir). Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik terhadap penerbangan maka VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) diterbitkan dengan kode warna Orange.”

Menurutnya, sebelum ini pada September – November 2019 terjadi letusan eksplosif sebanyak 4 kali yang diiringi aktivitas kegempaan vulkanik dalam (>1,5 km). Pada pertengahan Desember 2019 sampai dengan pertengahan bulan Januari 2020 kembali terjadi peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam, kemudian diikuti peningkatan aktivitas di permukaan seperti gempa guguran/rock-fall (RF), hembusan/degassing (DG, low-frequency LF, multi-phase (MP), dan vulkano-tektonik dangkal (VTB)). Setelah itu terjadi letusan tanggal 13 Februari 2020 ini.

Data observasi ini menunjukkan kelanjutan aktivitas intrusi magma menuju permukaan, yang merupakan fase ke 7 dari kronologi aktivitas erupsi G. Merapi 2018 – 2020.

Dijelaskan, kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan ini berupa lontaran material vulkanik dan awanpanas dengan jangkauan <3 km yang bersumber dari bongkaran material kubah lava.

Kendati demikian, tambah dia, masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Merapi. Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat. yds

You Might Also Like

PLN Mobile Proliga 2024 Siap Digelar untuk Cetak Atlet Voli Berkelas Dunia
Bupati Eisti’anah Tegaskan Peran Ulama Jadi Fondasi Pembangunan Kabupaten Demak
Pangdam Beri Semangat Tim Dapur Lapangan Pengungsi Merapi
Mahasiswa TRKP SV Undip Raih Dua Medali Perak di AISEEF 2026
Puskesmas di Kota Pekalongan Layani Vaksinasi Bagi Masyarakat Umum
TAGGED:bpptkggunung merapiletusan merapi eksplosif
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?