SEMARANG (Jatengdaily.com) – Memasuki babak baru dari Pandemi COVID-19 beberapa kegiatan nonformal perlahan mulai berjalan seperti biasa. Salah satunya kegiatan berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) yang mulai sedikit diaktifkan di Mahad Ulil Albab Tanjungsari Utara, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang.
Di Pondok Pesantren asuhan KH. Abdul Muhayya ini beberapa santri yang dinyatakan sehat menjalankan aktivitas mengaji secara offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Sedangkan sebagian besar lainnya tetap mengikuti ngaji melalui siaran langsung di Google Meet dan Instagram.
Melihat aktivitas offline yang mulai berjalan di tengah pandemi, Mahasiswa KKN RDR Angkatan 75 UIN Walisongo melakukan pemasangan fasilitas cuci tangan di halaman depan pondok lengkap dengan sabun cuci tangan, Selasa (27/10/2020).
Pemasangan fasilitas cuci tangan bertujuan agar para santri memperhatikan urgensi penerapan protokol kesehatan, yaitu 3 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan). Mengingat sebelumnya, fasilitas cuci tangan untuk santri belum tersedia di pesantren ini.
Dengan adanya fasilitas ini Kholifatun Nikmah yang merupakan Ketua Mahad Ulil Albab menyampaikan rasa terima kasih sekaligus harapan agar para santri saat melakukan aktivitas, terlebih apabila dari bepergian dapat membersihkan tangannya sebelum memasuki kawasan pesantren.
“Saya sangat berterima kasih dengan adanya cuci tangan di depan bisa menjadikan teman-teman santri lebih bisa menjaga kebersihan. Ketika keluar bisa cuci tangan di situ,” tuturnya.
Selain itu, apresiasi juga disampaikan oleh Barokatul Mas’udah selaku Supervisor di Mahad Ulil Albab atas kontribusi nyata yang telah dilakukan untuk santri.
“Ini menjadi poin plus karena belum ada santri yang berkontribusi dengan memberikan tempat untuk cuci tangan. Jadi inisiatif ini sangat perlu diapresiasi,” ujar supervisor yang akrab disapa Barok tersebut.
Penulis : Azma Zuhayda Arsyada-yds


