Mahasiswa KKN Undip Semarang yang melakukan pengabdian di Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang berfoto bersama warga. Foto: dok

UNGARAN (Jatengdaily.com)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang  yang melakukan pengabdian di Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang mendapatkan respon positif dari warga sekitar.

Terlebih lagi salah satu program unggulan yang dilakukan dapat menghasilkan ‘mutiara’ tersendiri bagi hewan, karena memiliki nilai jual yang tinggi di dalam produk tersebut. Karena mampu mengolah limbah kopi yang tak ada harganya, menjadi pupuk.

Seperti diketahui, pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar dari warga Desa Lanjan, terutama pada tanaman kopi. Desa Lanjan merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di daerah Sumowono.

Di  Desa Lanjan terdapat limbah kulit kopi kering yang sudah dipisahkan dengan bijinya. Limbah kulit kopi tersebut kurang termanfaatkan dengan baik akibatnya banyak limbah kulit kopi yang berserakan begitu saja.

Menurut  Kepala Dusun Ngeluk, Desa Lanjan, Teguh,  limbah kulit kopi yang ada sejauh ini masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak.  Akan tetapi karena mayoritas masyarakat merupakan petani, dan hanya beberapa yang mempunyai hewan ternak maka limbah kulit kopi tersebut masih berserakan tidak termanfaatkan semua.

Maka dari itu tim pengabdian Undip yang terdiri dari  Dr Dra Wilis Ari Setyati MSi, Bagas Rahmanda SH MH, Ir RTD Wisnu Broto MT, Fahmi Arifan ST MEng beserta mahasiswa KKN Tim 1 Undip terdiri dari Fera Widiastuti, Anissa Ardanti Wulandari,  Salma Salsabila, Reyhan Dewangga Saputra,  Zaenal Arifin, dan M Affandi Firmansyah berinisiatif untuk berkolaborasi dalam menciptakan produk unggulan berbasis limbah kulit kopi.

Olahan pupuk dari limbah kulit kopi. Foto: dok

‘’Oleh karena itu, kami mengolah limbah kulit kopi dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos yang dapat diaplikasikan ke sawah dan ladang perkebunan warga setempat,’’ jelas Firmansyah.

Limbah kulit kopi mengandung bahan organik dan unsur hara yang potensial untuk digunakan sebagai pupuk kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-organik kulit buah kopi adalah 45,3%, kadar nitrogen 2,98%, fosfor 0,18% dan kalium 2,26%. Pengomposan limbah kulit kopi mesti dilakukan, untuk menghindari pengaruh negatifnya terhadap tanaman akibat rasio C/N bahan yang tinggi.

Pemanfaatan limbah kulit kopi sendiri dapat diolah menjadi bahan-bahan olahan yang bermanfaat. Selain membuat pupuk, tim juga mengolah kulit kopi menjadi cascara, yaitu teh dari kulit ceri kopi yang diolah sedemikian rupa dan kemudian dikeringan. Setelah dikeringkan kemudian bisa diseduh dan dinikmati seperti meniikmati kopi dan teh. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here