Manfaatkan Pekarangan Sempit, Mahasiswa RDR UIN Walisongo Kenalkan Tabulampot

3 Min Read
Tina, Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo mencoba memperkenalkan tabulampot kepada warga Dusun Kembang Kuning RT 01/RW 04 Desa Sumberagung, Ngaringan Grobogan, Minggu (01/11/2020). Foto:dok Tina PN

GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Mahasiswa KKN RDR UIN Walisongo mencoba mengenalkan metode tabulampot kepada ibu-ibu di Dusun Kembang Kuning RT 01/RW 04 Desa Sumberagung, Ngaringan Grobogan, Minggu (01/11/2020).

Tanaman buah dalam pot atau sering dikenal dengan istilah tabulampot merupakan cara menanam buah dengan menggunakan pot. Jika biasanya tanaman buah membutuhkan lahan yang luas untuk berkembang, maka tabulampot merupakan metode budidaya tanaman pada lahan sempit yang mengoptimalkan penggunaan pot.

Umumnya didesa metode tabulampot belum dikenal secara luas tidak hanya karena faktor kurangnya informasi, akantetapi karena kebanyakan masyarakat didesa memiliki pekarangan yang luas. Penggunaan pot menurut mereka umumnya digunakan untuk tanaman hias.

Terlepas dari tujuan untuk pengenalan, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat bagaimana cara memanfaatkan pekarangan sempit yang juga dapat menjadi ladang bisnis untuk kedepannya. Mengingat tanaman buah relatif hanya itu-itu saja seperti mangga, pisang, jambu dan lain sebagainya.

“Saya mencoba untuk memberikan pengalaman baru kepada masyarakat yang biasanya mereka ketika menanam buah di perkarangan hanya dibiarkan begitu saja, bahkan kebanyakan buah yang ada di pekarangan tumbuh tanpa disadari, dengan adanya tabulampot mereka akan dituntut untuk merawat tananman dengan sangat teliti mulai dari penyemaian bibit hingga perawatan, dari sinilah akan menjadi pengalaman baru bagi mereka”, ungkap Tina, mahasiswa KKN.

Tina mengajari kepada ibu-ibu cara membikin tabulapot di lahan pekarangan yang sangat sempit. Foto:Dok Tina PN

Dalam kegiatan ini dijelaskan empat poin penting dalam metode tabulampot yaitu dalam pemilihan bibit termasuk juga dalam penyemaiannya diusahakan memilih bibit tanaman buah yang cocok dengan kharakteristik lingkungan rumah. Kedua adalah media tanam tabulampot, media tanam merupakan faktor penting keberhasilan tanaman maka harus diperhatikan dengan baik. ketiga yaitu penanaman bibit dalam pot setelah dari media penyemaian dan yang terakhir adalah perawatan tabulampot. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari warga terbukti selama kegiatan berlangsung ibu-ibu sangat antusias mendengarkan penjelasan dengan baik.

“Sebelumnya saya tidak tahu kalau tanaman buah bisa berbuah baik didalam pot, kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya itu buah yang ditanam juga bermacam-macam ada buah melon, strawberry, apel dan buah naga, jadi kita bisa memiliki buah yang sebelumnya sulit untuk didapatkan karena harganya yang mahal, kan enak kalau punya sendiri”. Ungkap ibu Maryani salah satu anggota yang mengikuti kegiatan ini.

“Agar kegiatan ini berhasil tidak berhenti sampai disini saya akan berusaha kedepannya untuk memantau berkembangan tabulampot”, pungkas Tina. Penulis Berita: Tina Priya Ningsih–st

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.