Momentum Nisfu Sya’ban, Warga NU Diimbau Perbanyak Baca Doa

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengimbau kepada seluruh warga NU agar memanfaatkan momentum malam Nisfu Sya’ban untuk menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1441 H. 

Sekretaris PWNU Jateng KH Hudallah Ridwan Naim mengatakan, sesuai dengan ikhbar Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bahwa Nisfu Sya’ban 1441 H bertepatan dengan Rabu (8/4) malam, tepatnya jatuh hari Rabu Wage, malam Kamis Kliwon, 8-9 April 2020. 

“Warga NU diimbau untuk membaca surat Yasin tiga kali.  Surat Yasin itu dibaca setelah shalat Maghrib yang setiap bacaan disertai niat permohonan untuk dianugerahi panjang umur dalam keberkahan dan ridla Allah SWT,” kata Gus Huda di Semarang, Selasa (7/4). 

Dikatakan, selain itu juga dianjurkan memohon doa agar dijauhkan dari segala macam bahaya seperti fitnah, penyakit, wabah, dan sejenisnya, dan diberi kekuatan iman dengan tidak bergantung kepada sesama manusia.  

“Dilanjutkan dengan membaca doa-doa yang biasa diajarkan oleh para para ulama dan kiai NU seperti permohonan agar pada saatnya datang untuk menghadap Allah SWT bisa dalam keadaan husnul khotimah,” tandasnya. 

“Persiapan menjalankan berbagai amalan ibadah bulan sya’ban yang dilanjutkan pada bulan puasa ramadhan tahun ini rasanya memang beda dari sebelumnya, suasana tanggap darurat covid-19 dirasa cukup mengganggu,” sambungnya.

Disampaikan, meski dalam suasana tanggap darurat corona, Nahdliyin di Jateng diharapkan tidak terganggu kekhusyu’annya selama menyiapkan diri dan menjalankan ibadah baik di bulan Sya’ban maupun ramadhan. 

Menurutnya, suasana darurat Corona yang diperpanjang dan statusnya meningkat menjadi tanggap darurat Corona hendaknya disikapi dengan akhlak yang mulia 

“Berprasangka baik atau berhusnudzan kepada Allah SWT dalam menghadapi corona dengan segala akibatnya ini  merupakan salah satu aktualisasinya,” katanya. 

Dengan selalu berhusnudzan kepada Allah SWT lanjutnya, maka akan semakin meningkatkan kenyamanan dan kekhusyu’an dalam beribadah di bulan ramadhan.

Meski dalam suasana potensi ancaman Corona hendaknya Nahdliyin di Jateng tetap berupaya menyemarakkan ramadhan dengan berbagai amalan ibadah di rumah masing-masing sesuai petunjuk PBNU. 

“Dalam suasana tanggap darurat Corona, suasana ramadhan tetap perlu disemarakkan, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan keamanan yang ketat,” pungkasnya. Ugl–st  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here