By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Muncul Partai Ummat, Muhammadiyah Mending Besarkan PAN
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Muncul Partai Ummat, Muhammadiyah Mending Besarkan PAN

Last updated: 6 Oktober 2020 14:07 14:07
Jatengdaily.com
Published: 6 Oktober 2020 14:07
Share
AM Jumai
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Ketua Majelis Pemberdayaan Muhammadiyah Jawa Tengah, AM Jumaimenyesalkan berdirinya Partai Ummat yang diumumkan oleh Amien Rais dari kanal Youtubenya.Menurutnya, dia lebih mengedepankan partai amanat nasional (PAN) yang lebih dulu direkomendasikan oleh Muhammadiyah.

“Kami tidak mau berspekulasi dengan partai baru. Dengan munculnya partai baru jangan sampai memperkecil partai yang sudah ada saat ini. Termasuk kalau Partai Ummat dan PAN sama-sama tidak dapat kursi, kita pilih membesarkan PAN,” kata AM Jumai yang juga aktivis pemuda Muhammadiyah Jateng dalam keterangannya, Selasa (6/10).

Meski akhir-akhir ini hubungan PAN dengan Mumammdiyah sangat renggang, sebagai ormas islam di Indonesia, Muhammadiyah tetap berpegang teguh pada hasil sidang tanwir yang digelar pada 1998 silam.
“Dari hasil ihtiar sidang tanwir Muhammadiyah di Kota Semarang itulah Partai Amanat Nasional (PAN). Mestinya itu difokuskan sebagai bagian corong politik pergerakan dakwah amar Maruf nahi mungkar bagi Muhammadiyah,” ujarnya.

Terkait respon memang terasa berbeda sekali antara PAN dan Partai Ummat. ia menyebut bahwa respon para pengurus Muhammadiyah dalam menyikapi pendirian Partai Ummat sangat berbeda ketimbang kondisi PAN yang diluncurkan pada era reformasi. Menurutnya kondisi politik nasional yang berkembang sekarang juga cenderung berbeda jauh.
“Respek ada perbedaan pada ranah situasi. 

Kita sarankan agar kalau ada yang kurang atau kelemahan PAN mestinya diperbaiki dan perlu dievaluasi agar dapat mengembalikan prinsip dasar PAN ketika dapat dukungan dari para tokoh dan akademisi. Kalau Partai Ummat ini masih low respon sekali. Tentunya ada perspektif berbeda antara PAN dengan Partai Ummat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Jateng, Tafsir mengaku pihaknya tidak bisa melarang warga Muhammadiyah jika tertarik bergabung dengan Partai Ummat besutan Amien Rais.

“Muhammadiyah tetap pada netralitasnya. Untuk warga Muhammadiyah, sebagai warga negara boleh saja jika ada yang ingin bergabung, kita tidak bisa melarang. Semoga partai yang didirikan Pak Amien berhasil dalam mengemban visi dan misinya,” kata Tafsir. adri-she

You Might Also Like

Masuknya Denny JA dalam 10 Besar BRICS Literature Award Kebanggaan bagi Indonesia
Tak Jadi Ke Akmil Ikut Retret, Walikota Semarang Pilih Rapat
Selingkuh dan Memeras, Kades di Demak Ditangkap Polisi
Satpol PP: Pelanggar Prokes Dominasi Pemuda
Fenomena Gerhana Matahari Dipakai Media Edukasi
TAGGED:Partai Ummat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?