By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Musim Hujan, Lahan Sawah di 12 Kabupaten Kebanjiran dan Puso
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Musim Hujan, Lahan Sawah di 12 Kabupaten Kebanjiran dan Puso

Last updated: 16 Januari 2020 10:05 10:05
Jatengdaily.com
Published: 16 Januari 2020 10:05
Share
Suryo Banendro Foto: she
SHARE

SEMARANG-(Jatengdaily.com)- Memasuki musim penghujan saat ini, tak sedikit lahan pertanian dan perkebnan yang mulai terendam air dan bahkan tanamannya mengalami puso. Menyikapi kondisi ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng melakukan minimalisasi kerugian akibat dampak yang ditimbulkan.

Kepala Distanbun Jawa Tengah Suryo Banendro menjelaskan, berdasarkan data yang diterima, kejadian banjir yang merendam sawah terjadi sejak 25 Desember 2019 sampai 13 Januari 2020. Di Jawa Tengah, lahan tanaman padi yang teredam 5.722 hektare yang tersebar di 12 kabupaten. Dari jumlah itu terdapat ratusan hektare gagal panen alias puso.

“Kondisi ini menimpa di di 12 kabupaten seluas 5.722 hektare, dengan yang mengalami puso tercatat sedikitnya 154 hektare,” jelasnya Rabu (15/1/2020).

Pihaknya melakukan upaya dan antisipasi atas banjir yang merendam lahan pertanian di beberapa wilayah di Jateng. Di antaranya dengan melakukan persemaian ulang tanaman, begitu lahan tak lagi terendam. “Kami berupaya agar petani melakukan persemaian ulang setelah genangan surut,” kata Suryo.

Pihaknya juga meminta petani bisa memanfaatkan informasi iklim untuk memperhitungkan kecukupan air hingga panen. Petani juga diminta menanam varietas padi umur genjah, yakni tanaman padi yang hampir berbuah.

“Memanfaatkan informasi iklim guna memperhitungkan kecukupan air hingga panen. Menanam varietas padi yang umur genjah. Juga agar menanam tanaman yang tahan genangan,” imbuh dia.

Sedangkan untuk lahan yang terdampak lain adalah tanaman bawang merah di Tegal dan Brebes dan jagung di Grobogan, Brebes, dan Tegal. Terkait itu, pihaknya meminta agar petani segera melakukan pompanisasi, normalisasi saluran, penyemprotan, memanfaatkan informasi iklim untuk memperhitungkan kecukupan air hingga panen, dan rehabilitasi lahan eks bawang merah untuk tanaman padi. She

You Might Also Like

Anggota DPD RI Gelar Lomba Penulisan Materi Khutbah Jumat Berhadiah Total Rp30 Juta
Koiri Merasa Terharu dapat Hadiah Koas Sayembara Rp30 Juta di Ultah ke-30 Marimas
MIN 2 Demak Kembali Gelar Pesantren Kilat Ramadan
Sekretariat PPK Demak Diminta Jaga Kondusivitas Pemilu 2024
Siapkan Indonesia Emas 2045, Mbak Ita Dukung Para Remaja Sebarkan Virus Three Zero
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?