in

Pekerja Swasta Bergaji Kurang Rp 5 Juta Dibantu Rp 600.000 per Bulan, Menaker: Uangnya Masuk Rekening!

Menaker Ida Fauziyah. Foto: YouTube

JAKARTA (Jatengdaily.com)– Masa pandemi COVID-19 dimana perekonomian mengalami goncangan, pemerintah akan memberi bantuan kepada pegawai swasta, sebesar Rp 600 ribu/bulan selama 4 bulan atau total Rp 2,4 juta.

Namun, syaratnya, adalah ditujukan bagi mereka karyawan swasta atau buruh dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulannya. Syarat lainnya, adalah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Artinya, mereka yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.

Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan,  Pekerja/Buruh penerima upah.

Syarat lainnya adalah memiliki rekening bank yang aktif, juga tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Pra Kerja.

Peserta terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Bantuan diberikan dengan alasan, menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, karena pegawai swasta dengan penghasilan di bawah 5 juta ada yang gajinya berkurang atau dipotong oleh perusahaan karena pandemi COVID-19.

Pada kenyataannya para pekerja ada yang upahnya menyusut, misalnya saja karena penyesuaian jam kerja sebagai konsekuensi dari penerapan protokol kesehatan.

Sementara menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani BLT pekerja untuk gaji di bawah Rp 5 juta itu merupakan bagian dari stimulus memulihkan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19 untuk membantu memulihkan daya beli masyarakat.

Uang BLT untuk karyawan swasta di bawah Rp 5 juta akan langsung masuk ke rekening pribadi pekerja. Menaker memastikan uang itu tak mampir ke pemerintah. Namun syaratnya rekening pekerja harus tervalidasi.

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan di seluruh cabang di Indonesia tengah melakukan pendataan rekening para pekerja. Menaker meminta agar para dinas ketenagakerjaan mengingatkan perusahaan agar membantu pendataan.

Sedangkan mekanismenya adalah akan dimulai bulan September hingga Desember 2020. Pencairan dimulai dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan September dengan uang yang akan ditransfer langsung dua bulan yakni Rp 1,2 juta. Sisanya akan ditransfer pada kuartal keempat dengan nilai uang Rp 1,2 juta. She

Written by Jatengdaily.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

DWP UNDIP Raih Posisi Ketiga Kategori The best Performance

Jerinx Ditahan Terjerat Kasus ‘IDI Kacung WHO’, Nora Tak Banyak Bicara