Pelanggar protokol kesehatan dihukum push-up. Foto: dok/jdc/adri

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Bagi pelanggar protokol kesehatan COVID-19 akan dikenai sanksi disiplin dan penegakan hukum. Hal ini menyusul Presiden Joko Widodo (Jokowi)  yang menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Inpres tersebut mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Dalam Inpres ini, Jokowi meminta gubernur, bupati, atau walikota menetapkan dan menyusun peraturan yang memuat sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Sanksi ini berlaku perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab fasilitas umum.

Inpres terkait dengan protokol kesehatan ini telah diteken Jokowi pada Selasa (4/8/2020) dan mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan.

Seperti dikutip dari salinan Inpres pada Rabu (5/8/2020), menyebutkan jika sanksi sebagaimana dimaksud berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Sedangkan warga harus menjalankan protokol kesehatan. Diantaranya adalah menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut hingga dagu jika harus keluar rumah atau interaksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya, membersihkan tangan secara teratur dengan sabun, pembatasan interaksi fisik (physical distancing), dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dalam penyusunan dan penetapan peraturan gubernur/peraturan bupati/walikota, memperhatikan dan disesuaikan dengan kearifan lokal dari masing-masing daerah,” bunyi Inpres Jokowi. she