Foto: istimewa

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 128 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,  mampu merebut posisi terhormat dalam kompetisi Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan masuknya 128 proposal mahasiswa tersebut sekaligus mencatatkan Undip sebagai perguruan tinggi terbanyak ke-2 PKM Tahun 2020, di bawah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Wakil Rektor (Warek) 1 Undip Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Budi Setiyono SSos, MPolAdmin PhD, mengaku bangga dengan apa yang diraih para mahasiswanya dalam ajang kompetisi kreatifitas yang cukup bergengsi ini. “Terus terang kami bangga dengan raihan para mahasiswa di PKM 2020. Kami akan lakukan semaksimal yang mungkin dilakukan untuk mensupport para penerima dana PKM supaya hasil akhirnya gemilang,”kata Prof Budi Setiyono, Kamis (6/8/2020).

Menurut Warek 1 Undip, ada 58 proposal penelitian yang disetujui Kemendikbud melalui PKM 2020, kemudian ada 31 proposal pengabdian kepada masyarakat, 7 proposal program kewirausahaan, 4 proposal teknologi dan 14 proposal karsa cipta. “Para penerima dana PKM akan kami dorong untuk dapat berhasil menembus ajang Pimnas dan mendapatkan medali emas,” harapnya.

Pimnas aatau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional adalah ajang kompetisi karya kreatif mahasiswa Diploma dan S1 tingkat nasional yang diadakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi. Dalam ajang ini bertanding bermacam mahasiswa, dari bermacam jurusan, dan bermacam penjuru Indonesia. Tahun 2020 adalah pelaksanaan Pimnas ke-30.

Budi Setiyono mengungkapkan bahwa PKM menjadi modal penting untuk Pimnas. Meski begitu, dia menyatakan bahwa apa yang diperoleh dari PKM adalah keberhasilan tersendiri. Karena itu dari universitas akan melakukan couching dan pendampingan intensif bagi mahasiswa yang lolos PKM 2020. “Universitas juga sedang menyiapkan skema insentif dana bagi para peraih medali,” tambah dia.

Ditanya jenis-jenis penelitian dan inivasi teknologi yang masuk dalam PKM 2020, Budi menyebutkan sangat beragam. Dia juga menyebut perolehan itu juga hampir merata di seluruh fakultas. “Yang prinsip, temanya pasti menarik dan berdaya guna. Karena itu, kami akan membantu hilirisasinya juga supaya hasil penelitiannya bisa dirasakan masyarakat luas,” jelasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti, mengumumkan peserta program PKM yang proposalnya mendapat persetujuan dan pendanaan dari pemerintah. Universitas Gajah Mada (UGM) menempatkan 197 mahasiswanya di ajang kompetisi ini, disusul Undip dengan 128 mahasiswa, kemudian Universitas Hasanuddin Makassar (113 mahasiswa), Universitas Brawijaya Malang (111 mahasiswa) dan Universitas Sebelas Maret Surakarta (103), serta Institut Pertanian Bogor (98 mahasiswa).

Proposal yang disetujui akan mendapatkan penyaluran dana melalui kontrak kerja antara Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Perguruan Tinggi untuk pendanaan dari Perguruan Tinggi Negeri. Sedangkan untuk perguruan tinggi swasta kontrak akan dilakukan dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah.

Adapun urutan ketiga saampai 10 adalah, Universitas Hasanudin (Unhas), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Makasar (UNM), Universitas Negeri Malang (UM), dan dan Universitas Islan Indonesia (UII). She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here