By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pembongkaran Bangunan Dihadang Warga, Warung Pian yang Melegenda pun Rata dengan Tanah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pembongkaran Bangunan Dihadang Warga, Warung Pian yang Melegenda pun Rata dengan Tanah

Last updated: 3 Maret 2020 16:12 16:12
Jatengdaily.com
Published: 3 Maret 2020 15:42
Share
Warung Pian, di Kota Tegal sesaat sebelum dirobohkan. Foto: wing
SHARE

TEGAL (Jatengdaily.com) – Proses pembongkaran sejumlah bangunan seperti lapak, kios, PKL, dan warung makan di Kawasan Stasiun Tegal kembali dilanjutkan, Selasa (3/3/2020) pagi. Hal ini menyusul penataan kawasan Stasiun Tegal. Kali ini alat berat menyasar kios di sekitar Jalan Kolonel Sudiarto Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal.

Proses pembongkaran kali ini diwarnai dengan adu mulut sejumlah aktivis yang ada di lokasi. Selain itu, warga juga tampak histeris menyaksikan proses pembongkaran.

Warung Pian, yang melegenda di Tegal pun tak luput rata dengan tanah. Warung Pian, ini semula berada tak jauh dari Stasiun Tegal. Warung makan ini melegenda. Sebab sudah puluhan tahun berdiri. Ada banyak makanan yang dijual. Mulai sate kambing, nasi campur dengan aneka lauk khas Tegal, soto tauco khas Tegal, bahkan minuman teh poci-nya juga terkenal.

Zahro (38), salah seorang, warga menuturkan, warga sangat menyayangkan proses pembongkaran. Sebab, sejak awal warga tidak diberi tahu akan dilakukan pembongkaran bangunan di lokasi itu.

“Sejak sosialisasi pertama kami sama sekali tidak diberitahu kalau disini akan dibongkar. Terakhir, kami sudah bertemu dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga disampaikan tidak akan membongkar kios di sini. Tapi ternyata tetap dibongkar,” katanya.

Menurut Zahro, memang ada peringatan yang diberikan. Terakhir peringatan ketiga diberikan pada 27 Februari lalu. Namun, setelah itu ada pertemuan di kantor kecamatan dan disampaikan tidak akan dibongkar.

“Kami sudah menempati disini 3 generasi. Kalau begini kemana kami harus tinggal. Tidak mungkin sehari dapat rumah.Kami minta PT KAI dan Pemkot Tegal untuk bisa memberi solusi yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tegal terlibat adu mulut dengan sejumlah petugas. Mereka meminta agar proses pembongkaran dihentikan dan meminta dialog terlebih dulu.

Meski diprotes warga, proses pembongkaran tetap dilanjutkan. Petugas gabungan tampak ketat mengawal proses pembongkaran. wing-she

You Might Also Like

PPIH Jateng Hingga Hari Ini Berangkatkan 39 Kloter Haji
Kepadatan Arus Mudik Penumpang Angkutan Laut Diantisipasi
PSIS Soal Kompetisi, Klub dan PT LIB Belum Sinkron
Fiks, Megawati Berikan Mandat Ganjar Pranowo Sebagai Calon Presiden PDI Perjuangan
KPU Sebut akan Ikuti Aturan Terkait Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
TAGGED:pembongkaran PKL stasiun tegalPian rata tanahwarung pian tegal
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?