By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkab Magelang Siapkan Tempat Pengungsian dengan Protokol Kesehatan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkab Magelang Siapkan Tempat Pengungsian dengan Protokol Kesehatan

Last updated: 9 November 2020 16:37 16:37
Jatengdaily.com
Published: 9 November 2020 16:37
Share
Bupati Magelang Zaenal Arifin. Foto: humas Pemkab Magelang
SHARE

MUNGKID (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Magelang terus mempersiapkan tempat-tempat pengungsian bagi warga yang berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, baik menggunakan fasilitas sekolah, Tempat Evakuasi Akhir (TEA), dan bangunan pemerintah. Seluruh tempat pengungsian tersebut dipersiapkan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Pokoknya semuanya kita siapkan untuk menampung para pengungsi apabila memang mereka harus turun,” ujar Bupati Magelang Zaenal Arifin, Senin (9/11/2020).

Zaenal menuturkan, karena pandemi Covid masih berlangsung, maka penerapan protokol kesehatan dikedepankan dalam mempersiapkan tempat-tempat pengungsian dengan mendirikan bilik bersekat untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Setiap keluarga/KK akan menempati satu bilik yang terpisah satu dengan lainnya.

Untuk pendidikan bagi anak-anak yang berada di pengungsian, Pemkab Magelang telah menyiapkan peelajaran melalui online/daring. Selain itu juga akan dilakukan pelayanan trauma healing bagi anak-anak dengan memberikan hiburan dan dukungan secara psikis untuk meminimalisir dampak traumatis yang dihadapi.

“Pendidikannya tetap dilakukan dari jarak jauh (daring) dan juga nanti ada trauma healing secara langsung untuk memberikan hiburan kepada mereka,” tuturnya.

Terkait aktivitas penambangan di Merapi, Zaenal mengatakan bahwa sesuai dengan rekomendasi dari BPPTKG, aktivitas penambangan di wilayah KRB III (radius 0-10km dari puncak Merapi) harus dihentikan.

“Rekomendasi BPPTKG kepada kami itu ada tiga hal, kami diminta untuk tiga desa kemarin itu untuk mengungsi, kemudian (untuk) pemerintah provinsi, soal tambang di KRB III harus dihentikan, dan soal tempat pariwisata yang berada di KRB III juga harus ditutup, salah satunya adalah Ketep Pass,” jelasnya.

Untuk diketahui, sedikitnya ada 13 daya tarik wisata yang masuk dalam KRB III yang harus ditutup sementara. Di antaranya, Ketep Pass, Air Terjun Kedung Kayang, Wisata Alam Jurang Jero, dan Jembatan Gantung Jokowi.

“Pokoknya semua tempat wisata yang ada di KRB III wajib untuk ditutup sementara mulai tanggal 7 November 2020, suratnya sudah mulai aktif,” pungkas Zaenal. she

You Might Also Like

Santriwan dan Santriwati Life Skill Daarun Najaah Ngalap Berkah Masyayikh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri
P3K dan Inpassing Tak Jelas, PGSI ‘Wadul’ Komisi VIII DPR
Jadi Tuan Rumah, Indonesia Sambut 100 Hari Menuju Gelaran Piala Dunia FIFA U-20
Usai Dilantik, Pengurus KONI Kabupaten Demak Diminta Maksimalkan Peran
Pascacuaca Ekstrem, Pertamina Menambah Stok LPG hingga 394.000 tabung di Jateng & DIY
TAGGED:bupati magelangbupati magelang siapkan pengungsian
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?