Bagikan 60.000 Bibit, Marimas Ajak Santri Tanam Singkong

Direktur Utama PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim menyerahkan bibit singkong jenis mentega kepada Sekretaris MUI Jateng Agus Fathuddin Yusuf , di kantor Marifood Kawasan Industri Gatot Subroto, Krapyak, Semarang, Sabtu (9/5) lalu. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Harjanto Halim, Direktur Utama PT Marimas Putera Kencana selalu punya ide-ide menarik dan produktif. Belum lama dia membagikan ‘’Nasi Perdamaian’’ bernama Nasi Ulam Bunga Telang kepada para kiai dan tokoh masyarkat di Kota Semarang. Lazimnya nasi selamatan berwarna kuning, namun Harjanto membagi-bagikan nasi berwrna biru laut lengkap dengan lauk pauknya.

Harjanto kembali membuat terobosan ‘’Jadikan Kebunmu Lumbung Panganmu’’ dengan membagi-bagikan bibit singkong atau ketela pohon kepada warga di Kota Semarang.

Di halaman kantor Marifood, Kawasan Industri Gatot Subroto, Krapyak Semarang, PT Marimas Puter Kencana membagikan 60.000 bibit singkong. ‘’Ini cara kami menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19. Bukan membagikan sembako atau bahan pangan lainnya, namun membagikan bibit pohon singkong,’’ kata Harjanto yang selalu berpenampilan santai.

Sebanyak 60 ribu bibit singkong dalam bentuk batangan ukuran 30 cm, dibagikan ke seluruh pelosok Jawa Tengah. Secara simbolis Harjanto membagikan  bibit singkong kepada beberapa perwakilan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pondok Pesantren, komunitas, sekolah,  gereja, dan lainnya.

Dia juga memberikan arahan bagaimana cara menanam bibit Singkong Mentega. Diperkirakan dalam waktu 5-6 bulan bibit singkong bisa dipanen. Satu pohon bisa menghasilkan singkong 5-10 kg tergantung tanah dan pemupukannya.

 “Jadi bisa menyiapkan cadangan pangan, lumbung pangan di rumah sendiri. Bibit singkong ini juga mengajarkan bahwa mau apa pun harus ada ikhtiar baru mendapatkan hasil,” kata Harjanto Halim.

Sekretris MUI Jateng Agus Fathuddin Yusuf menyampaikan terima kasih kepada Harjanto Halim dan Marimas yang melakukan terobosan yang bermanfaat buat warga. ‘’Beberapa pondok pesantren, pengurus Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan para santri siap menanam singkong,’’ kata Agus Fathuddin yang juga wartawan Suara Merdeka itu. Tahap pertama ada yang siap menanam 100, 500 dan 1.000 pohon, tergantung luas lahan yang tersedia.

Harjanto Halim menjelaskan, bibit yang dibagikan merupakan jenis singkong mentega. Dengan masa tanam sampai panen sekitar 5 sampai 6 bulan. Mampu menghasilkan antara bobot singkong 5 sampai 10 kilo per pohonnya.

 “Silakan nanti ditanam, bisa di halaman rumah, kebun, atau sisa tanah di sekitar rumah. Sangat mudah tinggal ditancapkan di tanah sudah tumbuh. Kalau butuh pupuk nanti kami ajari bagaimana membuat pupuk cair dari limbah keluarga,” katanya.

Dia berharap, saat warga sudah bisa menanam dan panen, maka bibit singkong bisa dibagikan kepada yang lainnya. Selain singkong, warga juga bisa menanam tanaman lainnya agar lebih bervariasi dan cadangan pangan makin banyak.

 “Jangan berhenti menanam singkong saja, bisa tanam empon-empon, kalau makan buah jangan buang biji sembarangan, bisa ditanam di pot atau tanah,” katanya.

 Menik Murwani (41), salah satu penerima bibit singkong merasa senang. Di kebun komunitasnya yakni komunitas Rumah Difabel Semarang, bibit singkong akan dia tanam.

Menurut dia, founder Rumah Difabel sedari awal sudah mengajari untuk berkebun. Hasilnya untuk dinikmati sesama anggota komunitas dan masyarakat sekitar yang berminat. Menurut Menik dia punya kebun, ada sayur, buah, toga, dan ini ada tambahan singkong mentega, semoga bermanfaat dan bisa dinikmati hasilnya. Agus mengatakan menunggu ide-ide kreatif dan produktif berikutnya dari Harjanto Halim dan Marimas. st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here