SEMARANG (Jatengdaily.com)- Penggunaan kereta api (KA) yang terus merosot tajam dialami juga pada kereta api lokal seperti Kaligung dan Kedung Sepur, bahkan rata-rata di bawah 10 % saja okupansi setiap harinya KA-KA tersebut.
Hal ini menyusul pandemi Corona yang menyebabkan pemberlakuan PSBB (Pembatsan Sosial Berskala Besar) yang telah diterapkan di sejumlah wilayah, yang berdampak pula pada ditiadakannya perjalanan kereta api untuk sejumlah kota.
Imbasnya, PT KAI Daop 4 Semarang mengalami kerugian yang biasanya pendapatannya Rp 1,2 Miliar per hari menjadi Rp 114 juta saja. Demikian dikatakan Kepala Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, Selasa (14/4/2020) dalam siaran persnya.
Dengan mempertimbangkan masih ada alternatif lain KA yang bisa digunakan oleh masyarakat dengan tujuan yang sama ke arah Tegal, Cirebon maupun Ngrombo, maka mulai tanggal 15 sampai 30 April 2020 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang membatalkan delapan Perjalanan kereta api lokal tersebut, dengan jadwal sebagai berikut:
Kaligung keberangkatan dari Semarang 13.50 WIB.
Kaligung keberangkatan dari Semarang 08.50
Kaligung keberangkatan dari Cirebon 09.10
Kaligung keberangkatan dari Brebes 12.15
Kedung Sepur keberangkatan Ngrombo 10.00
Kedung Sepur keberangkatan Semarang 06.20
Kedung Sepur keberangkatan Ngrombo 17.00
Kedung Sepur keberangkatan Semarang 14.10
Selain KA lokal tersebut, KA Ciremai pagi tujuan Bandung juga mengalami hal serupa yakni okupansi yang sangat rendah, termasuk dibatalkan pula perjalanannya mulai 14 s.d 30 April 2020.
KA Ciremai yang dibatalkan keberangkatan dari Semarang 06.30 dan dari Bandung 17.00
KA-KA sebagai alternatif yang masih dioperasikan dan dapat digunakan oleh masyarakat ke tujuan Bandung, Tegal, Purwokerto, Surabaya dan Pasar Senen Jakarta adalah Harina, Joglosemarkerto, Kamandaka, Maharani dan sebagian Kaligung yang masih menyisakan 4 Perjalanan. she
0



