By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pengrajin Tembaga Tumang Terdampak Pandemi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pengrajin Tembaga Tumang
News

Pengrajin Tembaga Tumang Terdampak Pandemi

Last updated: 7 Desember 2020 03:09 03:09
Jatengdaily.com
Published: 6 Desember 2020 16:33
Share
Pengrajin tembaga di Tumang, Cepogo Boyolali terdampak pandemi COVID-19. Foto: boyolali.go.id
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Para pengrajin tembaga dan kuningan di sentra kerajinan Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, mengaku terdampak pandemi COVID-19. Omzet penjualan dan pesanan turun hingga 75 persen.

“Jadi selama bulan Maret itu sampai bulan September hampir 75 persen tidak ada pesanan. Untuk proyek kita berhenti, jadi tidak ada kelanjutannya,” ujar pemilik Muda Tama Galeri, Agus Susilo seperti dilansir laman boyolali.go.id.

Sebagian besar masyarakat tidak beraktivitas, namun ada beberapa orang yang masih membuat kerajinan untuk pemenuhan stok barang. “Jadi segera pulih, segera hilang dan kita bisa beraktivitas kembali untuk pengrajin di wilayah Cepogo ini,” harapnya.

Baca juga: Kebo Giro, Stadion Megah Boyolali di Lereng Merapi

Akibat pandemi omzet yang sebelumnya sehari hari kisaran Rp 50-100 juta, kini hanya beromzet Rp 5-10 juta. Untuk tetap bertahan di tengan pandemi COVID-19, pihaknya melakukan jemput bola ke pelanggan baik untuk pribadi maupun untuk keperluan tempat ibadah seperti kubah maupun patung.

“Untuk bulan November ini mendekati new normal ini untuk pesanan kita mulai ada. Jadi untuk ekspornya kita mulai masuk. Jadi kita ada pesanan dari Jepang juga mulai masuk. Ke Swedia juga sudah masuk,” terangnya.

Harapannya dengan adanya kebiasaan baru ini 150 pengusaha kerajinan tembaga dan kuningan Tumang bisa tetap beraktivitas, dan perekonomian 400 pengrajin dapat terus berlanjut. yds

You Might Also Like

Makan Bebek, Ular Piton 4 Meter Ditangkap Warga
Ekspresi Cinta Warga untuk Ganjar saat Dampingi Jokowi Blusukan di Pasar
Peringatan Dini dan Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Kekeringan Meteorologis
Pencarian Nelayan Yang Tenggelam di Perairan Tegal Masih Dilakukan
Anggota Dewan Beri Kejutan di Ultah Ganjar
TAGGED:omzet pengrajin tembaga turunpengrajin tembaga tumangTerdampak Covid-19Tumang Cepogo Boyolali
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?