By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Penyebab Meninggalnya Pasien di RSUD Soeselo Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penyebab Meninggalnya Pasien di RSUD Soeselo Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Last updated: 1 April 2020 16:17 16:17
Jatengdaily.com
Published: 1 April 2020 16:05
Share
Direktur RSUD dr Soeselo Slawi dr Guntur Muhammad Taqwin. Foto: Jatengdaily.com/wing
SHARE

SLAWI (Jatengdaily.com)- Penyebab meninggalnya seorang warga Desa Karangjambu, Kecamatan Balapulang di RSUD dr Soeselo hari Minggu (29/3/2020) kemarin belum bisa dipastikan karena masih harus menunggu hasil uji laboratorium.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur RSUD dr Soeselo Slawi dr Guntur Muhammad Taqwin di ruang kerjanya hari Rabu (1/4/2020) pagi ini.

Sebelumnya ramai diperbincangkan di masyarakat jika kematian pasien laki-laki berusia 36 tahun tersebut karena infeksi Covid-19. Hal ini terjadi lantaran pasien tersebut termasuk kategori Orang Dalam Pantauan (ODP) karena baru datang dari Jakarta seminggu sebelumnya. “Saat datang ke rumah sakit, langsung kita tetapkan statusnya sebagai ODP karena dari tracking diketahui pasien baru datang dari Jakarta”, katanya.

Guntur menuturkan, jika ada pasien dengan gejala klinis seperti demam tinggi dan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah zona merah, maka protokol kesehatannya secara otomatis menempatkan yang bersangkutan sebagai ODP. “Pasien tersebut datang ke IGD dengan kondisi demam dan tensi tinggi. Sebelum meninggal, pasien sempat mengalami penurunan kesadaran dan keluar pendarahan dari mulut dan hidung”, jelasnya.

Guntur pun mengungkapkan, sejak kedatangannya di ruang isolasi IGD, pasien ini akan dipindahkan ke ruang isolasi ICU. Namun karena penuh, sudah terisi pasien Pasien Dalam Pengawasan (PDP), oleh dokter jaga IGD, pasien dipindahkan ke ruang isolasi Palm. “Saat di ruang isolasi Palm inilah pasien mengalami henti jantung sehingga oleh tim medis dilakukan tindakan resusitasi jantung paru-paru dengan pemberian oksigen dan obat-obatan emergency, namun tetap tak tertolong”, tuturnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, tim dokter pun telah mengambil sampel lendir tenggorokan pasien dan mengirimkannya ke laboratorium kesehatan di Yogyakarta. Sementara untuk pengurusan jenazahnya, pihaknya telah menerapkan standar operasional prosedur penanganan jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pada kasus ini, kita terapkan prosedur penanganan Covid-19 sebagai antisipasi kemungkinan terburuk pasien terpapar virus Corona, meskipun jika dilihat dari gejala klinisnya, kematian pasien lebih disebabkan komplikasi penyakit seperti jantung ataupun stroke yang memicu pecahnya pembuluh darah, termasuk TB paru karena dari penelusuran kami ke keluarganya, ada riwayat pasien untuk pengobatan penyakit ini”, katanya.

Guntur pun menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu menstigma pasien ini meninggal karena terinfeksi Covid-19 karena memang hasil tesnya belum keluar. Sikap waspada dalam situasi seperti ini, kata Guntur, sangat diperlukan karena potensi berpindahnya virus dari kota besar ke desa-desa cukup besar seiring dengan meningkatnya arus mudik, kepulangan warga ke kampung halamannya.

“Sepanjang warga disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tidak bersentuhan secara fisik, menjaga jarak aman minimal satu hingga dua meter dengan siapa pun, entah itu dengan anggota keluarga, teman ataupun tetangga, terlebih mereka yang baru datang dari zona merah, tentunya tidak perlu panik”, katanya. wing-she

You Might Also Like

PPKM Darurat, Polda Jateng Perketat Penyekatan Daerah
RSUD Wongsonegoro Peduli Warga Terdampak PPKM
Botol Plastik Jadi Pulsa, Indosat Ajak Mahasiswa POLINES Jaga Lingkungan Lewat JagaRaya PilahBox
SIG Sediakan 2.500 Paket Sembako Murah untuk Masyarakat
Dedikasi Penuh untuk Kemajuan Kabupaten Bogor, Siti Chomzah Berkomitmen Memajukan UMKM
TAGGED:pasien meninggalRSUD Soeselo Slawi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?