DEMAK (Jatengdaily.com) – Setelah sembilan minggu lebih pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan work from home (WFH) diberlakukan, PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak mengambil sikap dengan membuat draft blueprint berupa acuan kerja untuk pelaksanaan megiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah masa new normal.
Ketua PGSI Demak Noor Salim didampingi Wakil aketua 2 Bidang Infokom Suhadi menyampaikan, blueprint pembukaan KBM masa New Normal bagi sekolah tingkat MTs/SMP dan SMA/MA/SMK disusun karena PGSI berpendapat kebutuhan dasar tumbuh kembang dan pendidikan anak didik harus tetap didapatkan.
Pada saat sama keamanan dan kesehatan siswa serta guru adalah hal utama yang harus diperhatikan pula. “Artinya jangan sampai nantinya muncul kluster covid-19 di sekolah,” kata Suhadi, Kamis (11/6/2020).
Maka selain disampaikan kepada Bupati HM Natsir sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Demak, blueprint juga diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kemenag sehubungan kewenangannya membina madrasah. Di samping disampaikan kepada Ketua DPRD Demak, H Fahrudim BS selaku pembina PGSI.
Terpisah, Ketua Tanfidziyyah PCNU Demak KH Muhammad Aminuddin Mas’udi selaku Dewan Kehormatan PGSI menyampaikan, dukungannya terhadap ikhtiar yang dilakukan PGSI.
“Ya bagus itu, monggo disampaikan kepada pihak terkait agar nantinya jika sekolah/madrasah dibuka, kesehatan anak dan guru tetap terjaga. Bagaimanapun kita harus terus berikhtiar agar pembelajaran disemua jenjang dapat kembali bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan, blueprint pelaksanaan KBM Masa New Normal, dibagi menjadi 3 tahap. Yakni persiapan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi (monev).
Persiapan antara lain meliputi pendataan jumlah siswa dan guru sebagai acuan pengadaan APD Covid-19, pengadaan APD, sosialisasi dan pelatihan blueprint KBM masa new normal. Pelaksanaan dimulai dengan pengadaan rapid test, pembagian APD, hingga penerapan protokol kesehatan penanganan covid-19.
“Sedangkan kaitannya monev dilaksanakan berjenjang dan berkala,” tutupnya. rie-yds



Menurut pendapat dosen fakultas kedokteran Universitas Airlangga apabila ingin mengadakan pembelajaran secara tatap muka maka pihak sekolah yang bersangkutan punya andil besar untuk mempersiapkan segala fasilitas penunjang seperti tempat cuci tangan, sterilisasi ruang kelas, serta fasilitas layanan kesehatan. Sumber http://news.unair.ac.id/2020/06/23/3-hal-harus-diperhatikan-sektor-pendidikan-saat-era-normal-baru/