Pilkada 2020, PDIP Sapu Bersih Kemenangan di Solo Raya

TPS di Kethelan Solo saat Pilkada 9 Desember 2020. Foto: ist

SOLO (Jatengdaily.com) – Pihak DPD PDI Jawa Tengah meyakini telah memenangkan Pilkada 2020 ini di 17 daerah Jateng. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya di wilayah Solo Raya yang menyapu bersih kemenangan.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto menyebutkan, hasil hitung cepat PDIP kalah di empat daerah yakni Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Purworejo, dan Kota Magelang. Selebihnya, di 17 daerah mampu mengungguli lawan-lawannya.

Wilayah Solo Raya kembali membuktikan diri sebagai kandang banteng. Dari enam daerah yang menjadi kontestan Pilkada, jago PDIP menyapu bersih kemenangan. Keenam daerah tersebut, Pilkada Kota Solo serta Pilbup Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali. Dua kabupaten yakni Sragen dan Boyolali jago PDIP harus melawan kotak kosong.

Pilkada Kota Solo, putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan Teguh Prakosa ( dari hasil quick count Charta Politika memperoleh 87,15% suara dan Bagyo Wahyono-Fx Supardjo 12,85%.

Sedangkan versi Voxpol Centre pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa (86,65 persen) Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (13,34 persen).

Sementara itu hasil hitung cepat DPC PDI-P Solo, paslon Gibran-Teguh memperoleh 83,50 persen (172.705 suara). Rivalnya paslon Bajo memperoleh 16,50 persen (34.116 suara). Quick count tersebut dari 940 TPS masuk dari jumlah total 1.231 TPS, sedangkan jumlah suara masuk sebanyak 206.821. Gibran diusung PDIP dan didukung Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PSI, PPP, PKB, Partai Nasdem, dan Perindo.

Lawan Kotak Kosong
Di Pilkada Boyolali, hasil perhitungan internal DPC PDIP Boyolali jago PDIP M Said Hidayat dan Wahyu Irawan meraup 664.009 suara dengan persentase 95,6 persen. Perolehan kotak kosong sebanyak 30.774 atau 4,41 persen, dan total suara tidak sah sebanyak 20.966 atau 2,92 persen.

Paslon yang juga melawan kotak kosong yakni di Sragen, jago PDIP Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto berdasarkan hasil real count versi Diskominfo Pemkab Sragen meraih 431.802 suara atau 80,20 % suara dari total 551.557 suara. Namun kotak kosong juga memperoleh suara realtif besar yakni 106.600 suara atau 19,80 %.

Di Wonogiri, paslon yang diusung PDIP Joko Sutopo-Setyo Sukarno (JOSSS) juga tak menemui kesulitan. Hasil hitung cepat DPC PDI-P Wonogiri (JOSSS) menang telak dengan meraup suara 83,36 persen atau 484.438 suara. Sementara paslon penantangnya, Hartanto-Joko Purnomo hanya mendapatkan 16,64 persen atau 96.725 suara.

Paslon PDIP di Pilkada Klaten yang diusung bersama Golkar, Sri Mulyani-Yoga Hardaya dari hasil perhitungan Desk Pilkada Klaten memperoleh 375.842 suara (50,19 persen), One Krisnata-Muhammad Fajri (Demokrat, PKS dan Gerindra) 244.808 suara (32,61 persen) dan Arif Budiyono-Harjanto (PKB, PAN PPP dan Nasdem) 128.236 suara (17,12 persen).

Hanya di Pilkada Sukoharjo paslon jago PDIP mendapat perlawanan sengit. Pasangan PDIP Etik Suryani dan Agus Santosa menurut hasil real count tim pemenangan EA memperoleh 53,35 suara persen. Sementara pasangan cabup-cawabup Joko Santosa “Paloma” dan Wiwaha Aji Santosa (Joswi) sebesar 46,65 persen. Sedangkan suara tidak sah 25.186. yds