SEMARANG (Jatengdaily.com)– #Berani Gundul 2020 direspon positif oleh masyarakat Kota Semarang. Kegiatan sebagai bentuk rasa simpati pada anak-anak penderita kanker ini digelar di Java Mall Semarang, Selasa (10/3/2020).
Dari pantauan di lokasi, puluhan pengunjung mall rela antri berebut ingin dicukur rambutnya mulai yang pendek bahkan gundul. Tidak hanya kaum laki-laki tetapi kaum perempuan juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar tahunan oleh Yayasan Kasih Anak Kanker (YKAKI) Kota Semarang.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan kurang lebih 25 pencukur rambut di Kota Semarang yang tergabung Komunikasi Semarang Barber Association (Sembara).
Salah satu peserta cukur gundul Jimi Gunawan (40) mengaku senang kegiatan berani gundul ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mendukung anak-anak penderita kanker.
“Jujur ini baru pertama kali, karena pengen nyoba potong rambut dengan cara gundul,” ujar Jimi kelahiran Semarang Barat.
Ketua YKAKI Kota Semarang Vita Mahaswari mengatakan, progam tagar berani gundul 2020 di Kota Semarang merupakan yang keempat kali setiap tahunya sejak 2016. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Kanker Nasional.
Tujuan kegiatan ini, lanjut Vita ingin menggugah rasa empati dari masyarakat serta mensuport bagi penderita kanker khususnya anak-anak.
“Dengan progam cukur gundul ini bagi kami bisa memberikan dukungan secara psikologis bagi anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi,” kata Vita.
Sementara itu, Pendiri YKAKI Pusat Ira Sulistio mengatakan, Kota Semarang merupakan tempat yang terakhir atau penutup progam tagar berani gundul 2020 yang dilakukan di delapan cabang di Indonesia.
“Sebelumnya kami sudah menggelar di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Manado, Makasar, Pekanbaru,” ujar Ira.
Menurut Ira, progam di Semarang ini terlihat semangatnya semakin bertambah. Banyak orang peduli mengenai kanker pada anak. Kanker pada anak perlu didukung meskipun belum mendapatkan prioritas pemerintah sebab penderita kanker pada anak masih kecil dibanding penderita kanker pada orang dewasa.
Ira juga menyampaikan, melalui kegiatan ini juga ingin mensosialisasikan serta mengenalkan gejala-gejala dini kanker pada anak.
“Kami harapkan kepada masyarakat melalui kegiatan ini, kanker pada anak bisa disembuhkan dan bukan hal yang menakutkan dan memilik hak perawatan,” ujar Ira.
Adapun jumlah penderita kanker yang ditanggani oleh YKAKI sejak 2006 di seluruh Indonesia sampai sekarang kurang lebih 3 ribu sampai 4 ribu penderita.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak pihak-pihak terkait tau dengan YKAKI dan mendukung penuh. Tanpa dukungan dari masyarakat kami tidak bisa berjalan sendiri,” harapnya. Ody-she


