By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Santri Harus Jadi Perekat Umat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Santri Harus Jadi Perekat Umat

Last updated: 22 Oktober 2020 16:26 16:26
Jatengdaily.com
Published: 22 Oktober 2020 16:22
Share
Syarif Abdillah
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Hari Santri pada tahun ini meski tidak dirayakan dengan berbagai seremoni seperti biasanya karena pandemi Covid-19. Hanya saja, momentumnya dalam rangka mengingat, mempelajari, dan meneladani para kiai dan santri terdahulu tidak boleh hilang.

“Pasalnya, Hari Santri sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 yang lalu bertujuan sebagai penghargaan terhadap jasa para kiai dan santri dalam mengawal kemerdekaan, dan baktinya yang sangat besar bagi negeri ini,” ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Tengah Syarif Abdillah, Kamis (22/10).

Menurut santri yang kini menjadi anggota komisi B DPRD Jateng itu, penetapan Hari Santri dengan tanggal 22 Oktober disesuaikan dengan tanggal bersejarah pada tahun 1945, yaitu keputusan Resolusi Jihad dari para kiai dan santri se-Jawa dan Madura.

“Selama dua hari, tanggal 21 sampai 22 Oktober pada tahun 1945 para kiai dan santri se Jawa dan Madura berkumpul untuk memikirkan bangsa ini supaya terbebas dari para penjajah. Perkumpulan yang melahirkan Resolusi Jihad itu telah mengubah nasib bangsa, dari yang masih berada dalam cengkeraman penjajah menjadi merdeka sepenuhnya,” paparnya.

Para kiai, santri dan masyarakat pesantren secara umum sejak dahulu tidak hanya memikirkan dan mengabdi kepada umat dalam keagamaan semata.

“Lebih dari itu juga turut memikirkan bangsa ini secara keseluruhan, persoalan ekonominya, politik, dan yang lainnya,” terangnya.

Syarif Abdillah menegaskan, kiprah para kiai dan santri dari dahulu bersifat keumatan. Karenanya hampir semua kiai dan santri selalu menjadi rujukan masyarakat dalam segala persoalan.

“Kita bisa menyaksikan di berbagai daerah, masyarakat selalu meminta kepada para kiai untuk memberikan solusi atas segala problematika yang dihadapi. Jadi para kiai ini tidak hanya mendidik masyarakat dalam bidang keagamaan, tapi dalam banyak hal. Ini tentu menjadi tugas besar yang harus diikuti para santrinya,” jelasnya.

DPRD Jateng dari daerah pemilihan kota santri Banyumas dan Cilacap itu lebih jauh menjelaskan, ada banyak persoalan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan baik oleh para kiai dan santri, misalnya perbedaan-perbedaan pemahaman agama, perbedaan pilihan politik, dan yang lainnya.

Para kiai dan santri di masyarakat menjadi titik temu dan juru damai dari berbagai perbedaan. Peran para kiai dan santri dalam membimbing  masyarakat kita yang plural sangat diperlukan sekali.

“Setiap kali ada perbedaan atau perselisihan, para kiai bisa menjadi penengah atau mediator, juru damai,” katanya.

Hal ini, kata dia, seperti pesan yang disampaikan oleh salah satu pendiri pondok pesantren tertua di Indonesia, Pesantren Lirboyo Kediri kepada para santrinya, bahwa santri harus bisa menjadi seperti paku di masyarakatnya.

Maksudnya, paku itu bisa merekatkan semua kayu yang beukuran besar dan kecil, yang mengarah ke kanan, kiri dan yang lainnya, tapi bisa direkatkan. “Nah santri harus begitu, mempertemukan dan merukunkan masyarakat dengan beragam kepentingannya dalam satu ukhuwwah atau persaudaraan,” pungkasnya. st

You Might Also Like

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Ibu-ibu PKK Dilatih Bikin Hand Sanitizer dari Lidah Buaya
1.921 Calon Jamaah Haji Telah Ikuti Sosialisasi Keberangkatan Haji
Langka Air Bersih, Warga Pulosari Dapat Dropping Air
Sembako Diberikan Kepada Tunanetra di Kabupaten Klaten
TAGGED:fraksi PKB DPRD Jatenghari santri nasionalSantri perekat umat
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?