By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satpol PP: Pelanggar Prokes Dominasi Pemuda
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Satpol PP: Pelanggar Prokes Dominasi Pemuda

Last updated: 15 Oktober 2020 15:04 15:04
Jatengdaily.com
Published: 15 Oktober 2020 15:04
Share
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang menganggap pelanggaran terbanyak protokol kesehatan (prokes) tidak mengenakan masker didominasi oleh anak muda.

Hal tersebut diketahui setelah, tim gabungan melakukan razia terkait protokol kesehatan. Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan sebenarnya pihaknya menggencarkan razia masker sejak pertama kali pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) pada Maret 2020 silam.

Namun mulai 16 September lalu Kota Semarang mulai razia gabungan dengan unsur TNI Polri Dinas kesehatan dan lainnya. Hingga 8 Oktober,  pihaknya berhasil menjaring 1.497 warga yang tak pakai. Ironisnya, pelanggar terbesar didominasi anak muda. 

“Hampir mayoritas pelanggar itu anak anak muda. Ada 85% anak muda yang terpergok tak pakai masker. Mereka ini masih remaja semua,” kata Fajar Purwoto, Kamis  (15/10/2020). 

Fajar menjelaskan, para anak muda itu tak pakai masker dengan berbagai alasan. Diantaranya yaitu tak meyakini adanya corona. 

“Mereka ini tak meyakini Corona seperti apa. Mereka berargumen hingga saat ini aja obatnya belum ditemukan. Obatnya masih variatif dan dalam penelitian. Sehingga anak muda ini menyepelekan,” jelasnya. 

Selain karena tidak percaya adanya Corona, anak muda juga banyak yang mengaku lupa dan tidak membawa masker saat bepergian. 

”Ada juga pernah pengendara mobil tak pakai masker, alasannya tidak nyaman. Katanya maskernya kualitasnya jelek sehingga menimbulkan rasa gatal dan pengap, akhirnya dilepas,” jelasnya.

Pihaknya telah bergerak melakukan inovasi tindakan sanksi agar kesadaran masyarakat menggunakan masker bisa meningkat. Diantaranya yaitu penerapan sanksi menyapu jalanan, hukuman fisik, dan menyapu komplek makam. 

Ia pun menghimbau kepada seluruh warga terutama kaum muda agar benar benar patuh protokol kesehatan utamanya memakai masker. Pasalnya, siapapun berpotensi bisa Terpapar Corona. 

“Jangan menyepelekan Corona. Mau bayi, remaja ataupun orang tua, semua berpotensi kena (Corona),” ungkapnya. adri-she

You Might Also Like

Berkunjung ke Pendapa Kabupaten, Sesepuh Kadilangu Undang Bupati Demak Hadiri Jamasan Pusaka Sunan Kalijaga
Pimpin Gelar Pasukan Pengamanan Piala Dunia FIFA U-17, Kapolda Jateng Sebut Pengamanan Dilakukan Humanis
PPKM Darurat, Pemkot Pekalongan Padamkan Lampu PJU
Definisikan Ulang Peran Agama Hadapi Krisis Global, Ratusan Akademisi Internasional Kumpul di Semarang
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 5 September 2022, Semua Daerah Level 1
TAGGED:prokes
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?