Semarang Zona Merah Positif Corona, Pengunjung Karaoke Tinggal 10 Persen

0
151

SEMARANG (Jatengdaily.com) РAnggota DPRD kota Semarang berharap agar tempat-tempat karaoke  yang masih beroperasi di Kota Semarang wajib ketat dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung, terkait merebaknya virus Corona yang sangat membahayakan terhadap keselamatan masyarakat.

Untuk sementara, tempat karaoke di kota Semarang masih buka atau beroperasional, tetapi asal protokol kesehatan (SOP) dibuat dan dilaksanakan. Pelaksanaannya seperti pengunjung sebelum masuk harus diukur suhu tubuh menggunakan thermo gun.

“Kalau suhu tubuh di atas 38 derajat dilarang masuk di karaoke,” kata Sekretaris Komisi D DPRD kota Semarang, Anang Budi Utomo, Rabu (25/3/2020).

Anang juga minta agar pengunjung karaoke diminta cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer yang disediakan di tempat karaoke. Dalam peraturan pengukuran suhu tubuh pengunjung, apakah mengalami sesak nafas atau tidak.

“Kalau,  dalam pengukuran pengunjung oke sehat, baru dipersilakan melanjutkan masuk ke ruang karaoke,” tambahnya.

Komisi D, kata Anang, terus melakukan evaluasi terhadap keberadaan aktivitas karaoke. Evaluasi dilakukan sampai dua minggu. Apakah, masih selaras dengan Maklumat Kapolri?

“Kami terus sambil melakukan evaluasi sampai dua minggu. Kalau karaoke di ruang yang paling banyak hanya 10 orang saja,” tambah Anang.

Anang menilai bahwa kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah dan sebagai kota metropolitan merupakan pintu masuk baik melalui laut, udara maupun darat.

Kota Semarang saat ini dinilai masih daerah dengan  OPD (Orang Dalam Pemantauan) PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan positif Corona tertinggi termasuk zona merah.

Tetapi, sambung Anang, info pengunjung karaoke saat ini dipridiksi hanya tinggal 10 persen dari biasanya sebelum ada wabah Corona Virus Disease (Covid 19). Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here