Sepi Order Pijat, 180 Tuna Netra ‘Sambat’ ke Disnaker

Para tunanetra yang tergabung dalam organisasi ITMI mengurus kartu prakerja di kantor Disnaker Kota Semarang. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Anggota tunanetra yang tergabung dalam Ikatan Tunanetra Islam Indonesia (ITMI) Kota Semarang mendatangi kantor Disnaker Kota Semarang. Para tuna netra itu berharap mendapatkan Kartu Prakerja. Sebab sejak masa pandemi virus Corona, tidak ada order pijat. Sehingga tidak ada pemasukan penghasilan sama sekali.

”Kami mohon kepada Pak Presiden Jokowi, Pak Gubernur Ganjar, dan Pak Wali Kota Semarang Hendi membantu mempermudah para anggota ITMI Kota Semarang mendapatkan kartu prakerja. Mereka sangat terdampak dengan adanya pandemi virus Corona ini,” ucap Pembina ITMI Kota Semarang Zainal Abidin Petir, Selasa (21/4/2020).

Dikatakan, sebagian anggota ITMI Kota Semarang itu ke kantor Disnaker yang juga Posko Kartu Prakerja Kota Semarang untuk mendapatkan bantuan pendampingan pendaftaran secara online.

Dia menjelaskan, sebelum pandemi virus Corona, anggota ITMI yang kebanyakan adalah tukang pijat, menerima sekitar 2-6 tamu dalam sehari. Namun sejak ada wabah virus Corona, banyak yang menganggur dan tidak ada pendapatan, karena tidak ada sama sekali yang pijat.

”Adanya social distancing dan physical distancing, praktis pemijat tidak dapat order. Ada yang seminggu cuma dapat order satu, banyak yang ‘blong’ alias tidak ada order pijat sama sekali. Mau jualan nggak bisa, bisanya hanya mijat, keahlian mereka hanya itu. Mereka selama ini hidup dari menjual jasa menjadi pemijat.” katanya.

Zainal yang juga Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah dan pengurus MUI Jawa Tengah itu mengharap proses pemberian Kartu Prakerja bagi sekitar 180-an anggota ITMI Kota Semarang dipermudah.

Kepala Disnaker Kota Semarang Dr Sutrisno MHKes menyatakan pihaknya juga berharap sebanyak mungkin warga Kota Semarang yang mendaftarkan secara online mendapatkan Kartu Prakerja.

”Tugas kami hanya membantu. Keputusan ada di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko). Ya dan tidaknya itu bergantung Kemenko,” jelasnya.

Slamet Cahyono anggota ITMI yang ikut mendaftar di Disnaker Kota Semarang menyatakan terima kasih karena telah dibantu mendaftarkan diri untuk mendapatkan Kartu Prakerja. ”Sudah seminggu lebih tidak ada order memijat. Beruntung ada bantuan sembako dari pemerintah dan para dermawan. Alhamdulillah, yang penting ada beras. Makan sama lauk apa saja tidak masalah,” kata warga Borobudur Utara IV Kalipancur Manyaran ini.

Sekretaris ITMI Kota Semarang Andi Setiono menyatakan dalam situasi pandemi virus Corona, pengurus berusaha menginiasi untuk bisa beraudiensi dengan para pemangku kepentingan dan para dermawan Kota Semarang.

”Alhamdulillah, Pak Wali Kota sudah merespons dengan memberikan bantuan sembako. Para dermawan juga sudah ada yang membantu sembako. Prinsip saya dan teman-teman anggota ITMI, yang penting di rumah ada beras, mi instan, dan sedikit uang untuk kebutuhan sehari-hari. Itu sudah sangat kami syukuri,” katanya. Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here