Sepur Kluthuk Jaladara Siap Ngetrip Lebih Jauh

KA Jaladara dengan lokomotif uap seri C 1218 saat melintas di kawasan Gladag Solo. Foto: yds

SOLO (Jatengdaily.com) – KA Wisata Jaladara, yang juga sering disebut ‘Sepur Kluthuk’ siap lebih sering melayani trip wisata di Kota Solo, setelah kedatangan lokomotif uap lagi yang selesai direstorasi PT KAI di Balai Yasa Yogyakarta. Loko uap tersebut bernomor kode lambung D1410 merupakan produk dari Hanomag Hannover, Linden, Jerman tahun 1921 sedangkan sassis buatan Werkspoor Belanda dengan panjang 12.650 mm, lebar 3.000 mm, tinggi maksimum 3.780 mm.

KA wisata ‘Sepur Kluthuk Jaladara’ ini, selama ini, beroperasi terbatas dengan rute Stasiun Purwosari-Staisun Sangkrah dengan jarak sekitar lima kilometer. Trip tersebut mengandalkan satu lokomotif kuno seri C 1218 buatan Jerman, buatan tahun 1896. Lokomotif uap itu menarik dua gerbong kuno dari kayu yang masing-masing berkapasitas 40 dan 36 penumpang.

Dengan datangnya loko uap D1410 yang memiliki kapasitas penggerak yang lebih besar dibanding lokomotif yang lama, sehingga trip mungkin bisa lebih jauh. Loko ini berkekuatan 268 daya kuda, dengan sistem uap lokomotif kering atau superheater, serta sistem pengereman vakum. Ada rencana trip wisata diperpanjang hingga Sukoharjo atau Wonogiri, yang selama ini dilayani KA perintis Batara Kresna tiap hari.

Lokomotif uap seri D1410 yang baru direstorasi juga akan menjadi loko KA Jaladara. Foto: twitter keretaapikita

Perjalanan loko uap D1410 dari Balai Yasa Yogya ke Stasiun Purwosari Solo, Kamis (6/2/2020) lalu menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan saat KA melintas. Loko tersebut berjalan pelan 20 km/jam dan sempat berhenti agak lama di Klaten sebelum tiba di Purwosari sore hari. Namun jika sudah beroperasi, loko ini diperkirakan bisa jalan 70 km/jam.

“Ini adalah perjalanan bersejarah dari loko uap. Seperti napak tilas karena puluhan tahun lalu ada loko uap dengan jurusan Solo-Yogyakarta. Sekarang hidup lagi walau hanya satu rute perjalanan,” kata EVP Daop 6 Eko Purwanto.

Loko uap D1410 ini didatangkan oleh Joko Widodo (Jokowi) tahun 2016. Namun lokomotif uap kuno ini sempat mangkrak karena komponennya susah didapatkan di pasaran. Baru kemudian tahun lalu mulai direstorasi di Balai Yasa, dan memakan waktu sekitar tujuh bulan untuk bisa menghidupkan lagi loko bersejarah ini. Proses restorasi sendiri dilakukan sejak tanggal 18 April hingga 5 November 2019 dengan biaya sekitar Rp2 miliar.

Loko D1410 ini mempunyai nilai sejarah tinggi, karena pernah menarik gerbong kereta yang ditumpangi Presiden RI pertama Soekarno. Loko uap ini dulunya beroperasi dengan rute Jakarta -Bandung dengan rute Jakarta-Bogor-Sukabumi. Terakhir beroperasi 1977 dan awal operasi tahun 1920-an. Untuk operasioanlnya hanya butiuh seorang masinis dan juru api.

Terkait dengan operasional loko ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan Pemkot akan terus berkoordinasi dengan PT KAI. “Karena kami punya program kalau bisa lebih jauh ke Sukoharjo, Wonogiri. Kereta ini nantinya juga ada gerbong untuk inspeksi dan pertemuan, nantinya akan digabungkan saat penyerahan ke Pemkot bertepatan dengan HUT Kota Surakarta pada tanggal 17 Februari 2020,” katanya. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here