By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Soal Pasien RSUP Kariadi Meninggal, Begini Penjelasan Kemenkes
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Soal Pasien RSUP Kariadi Meninggal, Begini Penjelasan Kemenkes

Last updated: 1 Maret 2020 10:45 10:45
Jatengdaily.com
Published: 29 Februari 2020 12:51
Share
RSUP dr Kariadi. Foto: Jatengdaily.com/she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa pasien yang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, bukan karena virus corona Covid-19, melainkan gagal nafas akibat infeksi paru bagian bawah yang diakibatkan oleh virus h1n1 pdm09.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, di Jakarta (28/2) seperti dilansir dari laman Kemenkes.

”Pasien yang dinyatakan suspect dan meninggal di RS Kariadi Semarang, setelah hasil laboratoriumnya keluar dinyatakan bukan karena Covid-19, namun gagal nafas akibat infeksi paru bagian bawah yang diakibatkan oleh virus h1n1 pdm09,” jelas Dirjen Anung, meneruskan pernyataan Direktur Pelayanan RSUP Dr Kariadi Semarang.

Disampaikan, bahwa pasien adalah nahkoda/kapten kapal kargo yang pulang ke Indonesia untuk menemui keluarganya. Pada tanggal 10 Februari 2020 pasien terbang dari Bandara Spanyol dan transit di Dubai selama 4 jam. Selanjutnya pasien meneruskan perjalanannya sampai di terminal 3 Bandara Internasional Soeta Indonesia tanggal 12 Februari 2020 dini hari.

Pasien menginap di hotel daerah Bandara selama 1 hari 1 malam sebelum melanjutkan terbang ke Semarang. Setelah tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tanggal 13 Februari 2020, pasien menuju ke rumahnya di daerah Semarang.

Pasien mulai mengalami keluhan batuk sejak hari ke 2 (15 Februari 2020) di Semarang. Pasien menuju ke keluarganya di Pati. Pada tanggal 19 Februari 2020 pasien masuk ke RS Pati dengan keluhan sesak, batuk dan demam hingga 39,1C. Kemudian pada hari yang sama pasien dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang dan masuk ke ICU.

Pada tanggal 22 Februari 2020 RSUP dr Kariadi mengirim sample pasien ke Badan Litbangkes Kemenkes RI. Pada tanggal 23 Februari 2020 pasien yang dirawat di ruang isolasi, dinyatakan meninggal sebelum hasil lab keluar.

”RS melakukan isolasi. Ini sudah sesuai dengan SOP, mengingat ada keluhan dan riwayat perjalanan dari negara terjangkit Covid-19. Ini adalah kewaspadaan kita,” tegas Dirjen Anung.

Pihak rumah sakit sudah menginformasikan kepada Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Akan diagendakan penyelidikan epidemiologi untuk menggali beberapa informasi lain dan closed contact untuk dilakukan pemantauan terhadap kemungkinan penularan penyakit. yds

You Might Also Like

Unissula Sukses Keringkan Jalan Kaligawe Yang Tergenang Banjir Akibat Intensitas Hujan Tinggi
Presiden Jokowi Tegaskan Tak Ada Tempat Bagi KKB Papua di Indonesia
Tiga Napi Lapas Semarang Beragama Budha Peroleh Remisi Waisak
Tutup Sejak 2010, Stasiun Purworejo Bakal Diaktifkan Lagi
Jelang Pilkada Demak 2020, KPU Rekrut 2.206 PPDP
TAGGED:kemenkesKota Semarangpasien rsup dr kariadi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?